Hobi | Detail

Waspada, Risiko Kesehatan Ini Intai Mantan Atlet

Siska Permata Sari
Rabu, 07 Juli 2021, 12:58 WIB
Waspada, Risiko Kesehatan Ini Intai Mantan Atlet
Markis Kido menjadi salah satu mantan atlet yang meninggal karena serangan jantung. (Foto: PBSI)

JAKARTA - Jika mendengar kata ‘atlet’, yang terlintas di benak adalah orang-orang yang selalu aktif berolahraga dan sehat. Hal tersebut tentu berkaitan dengan gaya hidup sehat dan aktif selama menjadi atlet. Lalu, bagaimana jika sudah tidak lagi menjadi atlet atau pensiun?

Belum lagi, adanya desas-desus banyak mantan atlet yang meninggal dunia terkait penyakit jantung atau serangan jantung. Apakah ini ada kaitannya dengan olahraga yang dia lakoni sebelum menjadi atlet?

Dokter spesialis olahraga dr Antonius Andi Kurniawan, SpKO, menjelaskan, ada beberapa hal yang mempengaruhi kondisi kesehatan mantan atlet yang sudah pensiun. Salah satunya adalah pola hidup yang dijalankan selama menjadi atlet dan kehidupan setelah pensiun.

“Meskipun mantan atlet, kan kemungkinan yang bisa terjadi adalah, selama jadi atlet dia hidup sehat, fit, dan rajin latihan. Tetapi semenjak pensiun jadi atlet, misalnya, aktivitas fisiknya atau latihannya itu stop. Ini bisa meningkatkan risiko kesehatan seperti peningkatan berat badan,” kata dr Andi saat dihubungi MNC Portal Indonesia, belum lama ini.

Dia mengatakan, meski harus melakukan aktivitas fisik secara rutin, para mantan atlet juga perlu berhati-hati dengan intensitasnya. Sebab, aktivitas fisik yang intensitasnya berat, dapat memicu masalah kesehatan lainnya seperti penyakit jantung hingga serangan jantung. 

“Badannya atau kondisi fisiknya mungkin sudah tidak seperti dulu waktu menjadi atlet, tetapi aktivitas fisiknya atau intensitas olahraga masih seperti atlet. Ini yang bisa menjadi beban (bagi jantung) dan berbahaya,” ujarnya. 

Dia menyarankan, agar mereka yang sudah pensiun sebagai atlet untuk tetap beraktivitas fisik dengan intensitas yang telah disesuaikan dan menjaga pola hidup sehatnya. Seperti mengonsumsi makanan yang sehat, rutin melakukan medical check-up, dan beraktivitas fisik.

“Ketika dia (mantan atlet) itu tidak me-maintain gaya hidupnya setelah pensiun jadi atlet, maka biasanya akan lebih berisiko obesitas, kolesterol, dan lain-lain. Terlebih jika sudah ada faktor genetik,” dr Andi menjelaskan.

Editor : Abdul Haris

RECENT COMMENTS

/ rendering in 0.2782 seconds [12]