Liga Indonesia | Detail

VAR Kearifan Lokal Bisa Berujung Sanksi FIFA karena Dinilai Langgar Regulasi

Maruf
Minggu, 23 Januari 2022, 09:00 WIB
VAR Kearifan Lokal Bisa Berujung Sanksi FIFA karena Dinilai Langgar Regulasi
Pertandingan Liga 3 antara Persikabbar vs Bandung Barat United menerapkan teknologi menyerupai Video Assistant Referee (VAR). (Foto: Twitter @Faktasepakbola)

JAKARTA - Penggunaan "Video Assistant Referee (VAR) kearifan lokal" di Liga Liga 3 Jawa Barat dianggap melanggar regulasi dari FIFA sehingga harus ditertibkan. Jika tetap dilanjutkan, selain laga tersebut bisa dianggap ilegal karena tidak mengacu standar FIFA, juga bisa berimbas sanksi dari otoritas sepak bola tertinggi di dunia tersebut. 

Kemungkinan itu disampaikan Mantan Head of VAR Project di Indonesia pada 2019/2020 Efram Ferddinand. Efraim mengatakan, meski Liga 3 masuk kompetisi amatir, tapi pertandingan tersebut tetap berada di bawah PSSI yang berarti di bawah FIFA. 

"Penggunaan yang disebut sebagai VAR kearifan lokal di Liga 3 harus ditertibkan. Meski bukan kompetisi profesional tapi tetap di bawah PSSI maka tanggung jawab PSSI. Jika diketahui FIFA, PSSI bisa kena sanksi karena tindakan ini," kata Efraim kepada Sportstars.id.

Efraim Ferdinand (Foto: Dok)

(VAR) terjadi di pertandingan Persikabbar vs Bandung Barat United, Senin (17/1/2022) sore. Dalam video yang beredar di media sosial terlihat wasit menghentikan pertandingan di pertengahan babak pertama setelah pemain Persikabbar yang protes lawannya melakukan handball di kotak terlarang. 

Sang pengadil langsung bergegas ke pinggir lapangan. Wasit kemudian melihat tayangan ulang dari sebuah televisi yang disediakan panitia. Aksi wasit tersebut kemudian menjadi perbincangan di media sosial. Hanya, Efram mengatakan tindakan wasit itu justru bisa membuat hasil pertandingan menjadi tidak sah atau ilegal. 

Efraim yang juga pernah menjadi Direktur Wasit PSSI dan menjelaskan ada aturan mengatur tetang detil teknis VAR oleh FIFA. Nah, pertanyaanya apakah wasit yang di lapangan mengetahui keputusan apa saja yang bisa diambil dengan VAR karena tidak boleh terlalu banyak intervensi VAR dalam pertandingan.

Ruang kontrol VAR milik FIFA (Foto: FIFA)

Kemudian apakah wasit punya jam terbang untuk itu (VAR) atau tidak. Jadi, lanjutnya, daripada menggunakan VAR mendingan kualitas wasit yang memimpin pertandingan dibenarkan atau ditingkatkan kualitasnya.

"Jika penggunaan VAR kearifan lokal dilanjutkan, dampaknya seluruh turnamennya menjadi ilegal karena menggunakan perangkat ilegal. Jika FIFA mengetahui maka yang disanksi PSSI secara keseluruhan. Karena PSSI menggunakan perangkat pertandingan yang ga sah," pungkas Efraim. 

Editor : Maruf

RECENT COMMENTS
/ rendering in 0.1335 seconds [12]