MotoGP | Detail

Ungkit Laguna Seca 2008, Stoner: Rossi Gunakan Trek dengan Cara Berbahaya

Quadiliba Al-Farabi
Minggu, 09 Januari 2022, 14:40 WIB
Ungkit Laguna Seca 2008, Stoner: Rossi Gunakan Trek dengan Cara Berbahaya
Casey Stoner dan Valentino Rossi (Foto: Instagram)

RIVALITAS antara Casey Stoner dan Valentino Rossi salah satu yang terpanas sepanjang sejarah MotoGP. Bahkan hingga Rossi memutuskan pensiun di akhir musim 2021, Stoner tak pernah melupakan bagaimana menghadapi “nakalnya” Rossi di lintasan.

Satu cerita yang masih terkenang di kepala Stoner adalah persaingan mereka di MotoGP Laguna Seca 2008. Pada seri itu, lintasan dengan ciri khas memiliki tikungan bernama corkscrew itu menjadi saksi pertempuran dua pembalap legenda tersebut.

Sejak sesi latihan bebas hingga kualifikasi, lintasan di California itu sangat mudah bagi Stoner. Pria asal Australia ini pun berhasil meraih rekor pole position. Mengetahui itu, ternyata membuat Rossi “menghalalkan” segala cara untuk mengalahkan Stoner di sesi balapan. Hal itu terbukti dengan drama adu pepet kedua pembalap sepanjang lintasan.

“Entah bagaimana dia tidak ingin saya memenangkan balapan ini. Dia menggunakan trek dengan cara yang berbahaya,” ucap Stoner dikutip laman Paddock GP, Sabtu (8/1/2022).

Casey Stoner yakin bahwa Valentino (Rossi) tidak ingin melepaskan kemenangan dengan cara apa pun. Stoner pun yakin saat itu Rossi tidak peduli meski harus berakhir kecelakaan sekalipun.

“Tidak masalah apakah dia menang atau kami berdua mengalami kecelakaan. Entah bagaimana dia tidak ingin saya memenangkan perlombaan ini,"kata Stoner mengacu saat menyalip Rossi di Corkscrew.

"Dia menggunakan trek dengan cara yang berbahaya, dia keluar trek dan mendapat keuntungan. Aturan mengatakan jika Anda keluar trek dan mendapatkan keuntungan, Anda harus mengembalikannya,"ia menambahkan.

Sorotan lain dari balapan itu datang di tikungan terakhir lintasan Laguna Seca. Saat itu Stoner harus mengerem sangat awal untuk menghindari menabrak motor Yamaha yang dikendarai Rossi. Pasalnya kala itu sebuah manuver yang sengaja dilakukan Rossi dinilai Stoner sangat berbahaya.

“Pada lap terakhir dia melakukan sesuatu yang kerap dia lakukan. Beberapa kali dalam balapan, mengerem sangat awal ditikungan, terutama untuk mencoba membuat saya lengah, karena dia tahu saya akan mencoba mencari jalan keluar,” ujar Stoner.

“Sayangnya saat itu saya tidak menyangka dia akan mengerem secepat itu. Saya masuk ke gravel, di bagian terdalam saya kehilangan roda depan dan balapan selesai,” Stoner menambahkan. Akhirnya, Stoner dan Ducati hanya mampu keluar sebagai runner-up. Ia berada di belakang Rossi dengan selisih 13 detik. 

Editor : Furqon Al Fauzi

RECENT COMMENTS

/ rendering in 0.1141 seconds [13]