logo
Liga Indonesia | Detail

Tragedi Kanjuruhan: Rampai Nusantara Salurkan Santunan untuk Keluarga Korbal Meninggal Dunia

Avirista Midaada
Jum'at, 11 November 2022, 19:28 WIB
Tragedi Kanjuruhan: Rampai Nusantara Salurkan Santunan untuk Keluarga Korbal Meninggal Dunia 
Rampai Nusantara memberikan santunan ke ahli waris korban tragedi Kanjuruhan (Avirista Midaada / MPI)

KOTA MALANG - Dewan Eksekutif Nasional Rampai Nusantara memberikan santunan kepada ahli waris keluarga korban meninggal tragedi Kanjuruhan. Penyerahan santunan dilakukan oleh Ketua Umum (Ketum) Rampai Nusantara Mardiansyah dan Wakil Ketua Umum (Waketum) yang juga komedian Denny Cagur.

Tercatat tak kurang 10 perwakilan keluarga korban meninggal dunia menerima penyerahan santunan secara simbolis kepada korban. Masing-masing santunan diberikan langsung oleh Ketum Mardiansyah, Denny Cagur, dan Sekertaris Jenderal (Sekjen) Satria Chaniago, pada Jumat sore (11/11/2022) di Kota Malang.

Terlihat beberapa keluarga korban meninggal dunia, salah satunya dari istri dan anak tokoh Aremania Iwan Junaedi, warga Singosari. Raut kesedihan masih tampak terasa di muka mereka pasca 42 hari ditinggalkan orang-orang tercinta akibat tragedi kemanusiaan di sepakbola.

Ketum Rampai Nusantara Mardiansyah menuturkan, santunan ini menjadi bentuk rasa keprihatinan dari Rampai Nusantara akan peristiwa tragedi Kanjuruhan yang memakan korban 135 nyawa. Menurutnya, santunan ini memang cukup kecil dan tak bernilai apa - apa dibandingkan nyawa dari keluarga yang meninggal, tetapi harapannya bisa memberikan manfaat.

"Semoga kami ini bisa memberikan sedikit manfaat buat korban adik-adik, anak-anak yang ditinggalkan, jangan dilihat nilainya, karena kami tulus ingin menyampaikan secara langsung sebagai wujud kepedulian dan juga silaturahmi ke keluarga korban yang ada di Malang," ucap Mardiansyah pada Jumat sore.

Pihaknya pun mewakili Rampai Nusantara menyampaikan rasa belasungkawa sedalam-dalamnya atas kepergian orang-orang tercinta dari keluarga korban tragedi Kanjuruhan, yang kini telah mencapai 42 hari berlalu.

"Kami dari dewan eksekutif nasional ingin menyampaikan langsung rasa empati kami, ikut merasakan kedukaan buat keluarga korban yang ditinggalkan," tuturnya.

Secara moril pun Mardiansyah mendukung upaya gerakan usut tuntas yang digaungkan korban, keluarga korban meninggal, Aremania, dan elemen masyarakat Malang. Sebab perisitiwa ini patut diduga diawali dari sebuah keteledoran kelalaian yang tentu ada penanggungjawabnya.

"Kami mendukung kepolisian untuk bisa mengungkap kasus ini dengan seterang-terangnya, transparan, tuntas, sehingga keluarga korban merasa mendapatkan rasa keadilan. Itu yang menurut kami perlu kita kawal secara bersama-sama," tukasnya.

Editor : Admiraldy Eka Saputra

RECENT COMMENTS
/ rendering in 0.1821 seconds [13]