logo
Liga Indonesia | Detail

Tragedi Kanjuruhan, Persis Solo Keluarkan 5 Tuntutan Kepada Pihak Bertanggung Jawab

Cikal Bintang Raissatria
Sabtu, 08 Oktober 2022, 01:01 WIB
Tragedi Kanjuruhan, Persis Solo Keluarkan 5 Tuntutan Kepada Pihak Bertanggung Jawab
Suporter Persis Solo diimbau tidak datang ke Stadion Maguwoharjo untuk mendukung timnya pada laga kontra PSS Sleman (Foto: PT LIB)

SOLO Persis Solo mengeluarkan pernyataan sikap terkait Tragedi Kanjuruhan. Mereka melontarkan lima tuntutan menyangkut tragedi memilukan yang menewaskan ratusan korban jiwa tersebut.

Salah satu tuntutan Persis Solo yakni meminta jam kick off digelar tidak terlalu malam. Seperti diketahui, sepak bola Indonesia tengah berduka setelah insiden yang terjadi di Stadion Kanjuruhan, Malang pada Sabtu (1/10/2022). 

Saat itu, terjadi kerusuhan pascalaga Arema FC vs Persebaya Surabaya, yang berakhir dengan skor 2-3. Para pendukung menyerbu lapangan, dibalas dengan pentungan dan gas air mata dari aparat keamanan. Aremania -suporter Arema FC- pun berhamburan menyelamatkan diri keluar stadion.

Spanduk Bayern Munchen Tragedi Kanjuruhan

Nahas, mereka yang panik akhirnya berdesak-desakkan dan terinjak-injak dalam insiden tersebut. Akibat insiden ini, pemerintah mengonfirmasi 131 orang meninggal dunia. Tragedi ini pun menjadi sorotan dunia.

Laskar Sambernyawa pun mengeluarkan lima tuntutan kepada pihak yang bertanggung jawab atas Tragedi Kanjuruhan. Persis Solo mengultimatum reformasi sistematik agar kejadian serupa tidak terulang di masa depan.

Melansir situs resmi Persis Solo, Jumat (7/10/2022), berikut 5 tuntutan Persis Solo terhadap pihak yang bertanggung jawab atas Tragedi Kanjuruhan:

1. Adanya forum lintas klub, panpel, dan aparat berwenang yang diinisiasi oleh operator liga dan federasi, untuk membahas reformasi standar operasional keamanan di dalam dan di luar stadion.

2. Adanya pihak yang harus bertanggungjawab atas insiden di Kanjuruhan, serta diproses hukum secara transparan dan seadil-adilnya.

3. Peniadaan jam kick-off yang terlalu malam, agar meminimalisir kejadian yang tidak diinginkan. Federasi, operator, dan official broadcast harus mempertimbangkan rekomendasi dari klub yang berkoordinasi dengan panitia pelaksana dan aparat setempat.

4. Adanya reformasi sistematik di dalam kepengurusan ekosistem sepakbola Indonesia sebagai bentuk respons atas insiden yang terjadi di Kanjuruhan, sekaligus bertujuan untuk melakukan evaluasi menyeluruh demi masa depan sepakbola Indonesia yang lebih baik.

5. Jika tuntutan tersebut urung bisa dipenuhi, PERSIS mengajukan opsi tidak percaya sebagai pernyataan sikap klub.

Sementara itu, enam orang sudah ditetapkan sebagai tersangka atas Tragedi Kanjuruhan. Diantaranya ada Direktur Utama PT LIB, Ketua Panitia Pelaksana Arema FC, satu orang Security Officer, dan tiga anggota Polri.


 

Editor : Furqon Al Fauzi

RECENT COMMENTS
/ rendering in 0.1946 seconds [12]