logo
Liga Indonesia | Detail

Tragedi Kanjuruhan Bisa Membuat Orang Tua Larang Anaknya Nonton Bola

Andika Rachmansyah
Kamis, 06 Oktober 2022, 20:00 WIB
Tragedi Kanjuruhan Bisa Membuat Orang Tua Larang Anaknya Nonton Bola
Sepak bola Indonesia masih berduka dengan tragedi Kanjuruhan yang begitu memilukan. (REUTERS)

BANDUNG – Sepak bola Indonesia masih berduka dengan tragedi Kanjuruhan yang begitu memilukan. Bek Persib Bandung, Achmad Jufriyanto juga ikut berduka dengan tragedi di Stadion Kanjuruhan itu.

Insiden berdarah itu terjadi selepas laga Arema FC vs Persebaya Surabaya di Stadion Kanjuruhan pada pekan ke-11 Liga 1 2022-2023 Sabtu (1/10/20222) malam. Aremania merangsek ke dalam lapangan usai Arema FC kalah 2-3.

Aparat keamanan yang bertugas langsung melakukan pengamanan kepada para Aremania itu. Namun Aparat Keamanan melakukan pengamanan dengan melepaskan gas air mata ke arah tribune penonton.

Padahal, mereka sama sekali tidak ada sangkut pautnya dengan penonton yang merangsek ke dalam lapangan. Suporter yang berada di tribune kemudian sesak napas, sampai terinjak-injak karena berusaha untuk keluar dari stadion. 

Namun sayang, banyak nyawa yang tak terselamatkan karena kejadian tersebut. Diketahui, sedikitnya 125 orang harus kehilangan nyawanya. Malam itu, sekaligus menjadi hari kelam untuk dunia sepak bola Indonesia.

Menurut Jupe, Tragedi Kanjuruhan akan berdampak buruk pada sepak bola Indonesia. Jika sebelumnya orang tua larang anaknya jadi pemain sepak bola karena banyak ributnya, kini nonton bola saja mungkin bisa dilarang.

 

RECENT COMMENTS


/ rendering in 0.1819 seconds [12]