logo
Netting | Detail

Tembus Final Tenis Kursi Roda, Ndaru Malah Larang Keluarganya Dukung Langsung ke Arena

Basudiwa Supraja
Rabu, 03 Agustus 2022, 14:43 WIB
Tembus Final Tenis Kursi Roda, Ndaru Malah Larang Keluarganya Dukung Langsung ke Arena
Ndaru Patma Putri berhasil menembus final cabor tenis kursi roda nomor tunggal putri ASEAN Para Games 2022 (Foto: Sportstars.id/Basudiwa Supraja)

SOLO - Ndaru Patma Putri menjadi satu-satunya wakil Indonesia yang mentas di final cabor tenis kursi roda nomor tunggal putri ASEAN Para Games 2022. Namun, dia justru menolak kehadiran keluarganya untuk menyaksikan langsung di lapangan.

Sekadar informasi, Ndaru baru saja berhasil menumbangkan wakil Malaysia, Faizatul Ahya binti Abdullah Thani, di babak semifinal. Laga tersebut digelar di Stadion Manahan, Solo, Jawa Tengah, pada Rabu (3/8/2022). Ndaru menang 6-2, 5-7, dan 6-3. 

Nantinya, dia akan berhadapan melawan unggulan Thailand, Sakorn Khanthasit, pada Kamis (4/8/2022) di lokasi yang sama. Khanthasit akan menjadi lawan berat Ndaru mengingat wakil Thailand tersebut pernah menduduki peringkat ketiga dunia.

Terang saja, Ndaru butuh fokus serta konsentrasi tinggi untuk meraih medali emas. Anehnya, dia malah menyuruh keluarganya untuk tidak menonton langsung di Stadion Manahan, Solo. 

Ndaru Patma Putri beraksi di lapangan (Foto: Sportstars.id/Basudiwa Supraja)
Ndaru Patma Putri beraksi di lapangan (Foto: Sportstars.id/Basudiwa Supraja)

Sebab, Ndaru kerap kali tegang jika keluarga terkhusus kedua orang tuanya datang langsung ke pertandingan. Hal itu justru membuatnya merasa dalam tekanan. 

"Kalau keluarga, saya bilangin jangan nonton langsung, kalau mau nonton di Youtube saja dari rumah," ujar Ndaru kepada awak media, termasuk Sportstars.id, Rabu (3/8/2022). 

"Janganlah, nanti malah tegang. Dari saya masuk ke tenis enggak pernah keluarga saya nonton saya," lanjutnya.

Menarik untuk melihat kiprah Ndaru sebagai satu-satunya wakil Indonesia di tenis kursi roda nomor tunggal putri. Dia pun mengaku akan berusaha semaksimal mungkin karena percaya segala sesuatu bisa terjadi di lapangan.

Editor : Wikanto Arungbudoyo

RECENT COMMENTS
/ rendering in 0.1921 seconds [12]