logo
Ragam Lainnya | Detail

Teknik Lari Jarak Menengah Beserta Manfaatnya

Tim Sportstars
Rabu, 11 Januari 2023, 23:20 WIB
Teknik Lari Jarak Menengah Beserta Manfaatnya
Teknik lari jarak menengah berserta manfaatnya (Foto: Freepik)

JAKARTA - Teknik lari jarak menengah beserta manfaat menarik disimak bagi kamu yang gemar berolahraga atletik. Lari jarak menengah adalah salah satu perlombaan cabang atletik yang mengharuskan pelari mencapai titik yang sudah ditentukan dengan menggunakan jarak tempuh 800 meter atau 1500 meter sebagai garis finish.

Para pelari juga harus cermat mengatur energi, pernafasan, dan kecepatannya agar bisa stabil saat berlari jarak menengah. Lari jarak menengah sangat mengandalkan stamina dan pernapasan yang ekstra, karena jarak yang ditempuh cukup jauh. 

Teknik Lari Jarak Menengah Beserta Manfaat 

Start pada lari jarak menengah adalah start berdiri, langkah-langkahnya adalah sebagai berikut:

  1. Saat instruktur memberi aba-aba “bersedia”, atlet harus dalam posisi dibelakang garis start.
  2. Saat instruktur memberi aba-aba “siap” maka posisi kaki kanan di depan dan sedikit ditekuk. Sedangkan kaki kiri berada di belakang dengan posisi lurus.
  3. Tubuh sedikit condong ke depan dan beban tubuh bertumpu pada kaki kiri.
  4. Posisi tangan menggantung rileks, siku sedikit ditekuk, dan berada di dekat beban.
  5. Kepala lurus menghadap depan, leher dalam keadaan rileks.

Lari Awalan

Berikut hal-hal yang perlu diperhatikan ketika lari jarak menengah ketika melakukan awalan lari: 

  1. Jika aba-aba sudah dibunyikan para atlet pelari mulai berlari. Bagian ini adalah posisi badan tegak lurus dan rileks agar tenaga yang dikeluarkan tidak terlalu banyak dan nafas tetap stabil.
  2. Kepala harus menatap ke depan dan tidak boleh menunduk karena bisa mengakibatkan pernapasan menjadi terganggu.
  3. Bagian lengan diayunkan dengan perlahan dan mengikuti alur gerakan tubuh. Saat berlari dengan kencang bagian ayunan tangan ke depan tapi tidak melebihi bahu dan jika mengayun ke belakang tidak melebihi pinggul.
  4. Saat berlari posisi lutut jangan melebihi tinggi pinggul dan pada bagian kaki harus mendarat dengan tumpuan bagian tumit dan menolak dengan bagian kaki depan atau ujung jari-jari kaki.
  5. Saat berlari juga jangan menggunakan kecepatan penuh, namun tetap tenang supaya kecepatan dan nafas tetap stabil. Saat berlari pandangan fokus ke depan dan jika sudah hampir mencapai garis finish gunakan kecepatan maksimal.
 

Follow Berita Sportstars di Google News

RECENT COMMENTS


/ rendering in 0.1822 seconds [13]