Liga Italia | Detail

Tanggapi Kasus Rasisme Koulibaly, Chiellini Malu Jadi Orang Italia

Basudiwa Supraja
Rabu, 06 Oktober 2021, 23:20 WIB
Tanggapi Kasus Rasisme Koulibaly, Chiellini Malu Jadi Orang Italia
Kapten Juventus, Giorgio Chiellini (Reuters)

BASEL - Kapten Timnas Italia dan Juventus, Giorgio Chiellini mengaku malu menjadi orang Italia usai kasus rasisme yang menimpa sejumlah pemain Napoli. Dirinya mengaku rasisme tidak mendapatkan tempat di negaranya.

Kasus ini menimpa bek Napoli, Kalidou Koulibaly oleh pendukung Fiorentina akhir pekan kemarin. Kekecewaannya pun sempat ditumpahkan di media sosial dan ditanggapi beragam oleh sesama pelaku dan tim di Liga Italia.

Chiellini menjadi orang yang buka suara atas kasus tersebut. Dia pun mengutuk aksi tersebut sekaligus malu menjadi orang Italia.

“Saya malu, sebagai orang Italia dan Toskana (Provinsi asal Fiorentina), juga karena Italia bukan negara rasis bagi saya,” ungkap Chiellini. 

Bek berusia 37 tahun itu mengatakan bahwa harus ada aturan hukum yang tegas untuk direalisasikan kepada pelaku rasisme di Negeri Pizza. Dilansir dari Reuters, Rabu (6/10/2021), dia mengatakan aksi rasisme tidak dapat diterima siapapun dan telah mengganggu sepak bola Italia.

"Hukuman tegas harus dilakukan, jika tidak, dari luar kita memberikan citra buruk tentang diri kita sendiri," pungkasnya.

Kasus yang menimpa Koulibaly bukan yang pertama kali terjadi. Sebelumnya ada pula nyanyian rasis yang dilantunkan oleh pendukung Lazio kepada gelandang AC Milan, Tiemoue Bakayoko dan Franck Kessie.

Bulan lalu, jaksa membuka penyelidikan atas tuduhan nyanyian rasis tersebut, sementara Juventus mengeluarkan permintaan maaf setelah akun tim wanita mereka men-tweet gambar yang berisi gerakan rasis pada bulan Agustus.

Sedangkan pihak Fiorentina sudah meminta maaf kepada Koulibaly dan pihak Napoli. La Viola kemudian menyerahkan kasus tersebut kepada pihak kepolisian untuk memberikan efek jera kepada pelaku.

Editor : Saliki Dwi Saputra

RECENT COMMENTS

/ rendering in 0.1628 seconds [13]