logo
Liga Indonesia | Detail

Tanggapi Bayi Suporter Persebaya yang Meninggal, Aji Santoso: Nyawa Lebih Penting dari Sepak Bola

Ilham Sigit Pratama
Senin, 08 Agustus 2022, 10:00 WIB
Tanggapi Bayi Suporter Persebaya yang Meninggal, Aji Santoso: Nyawa Lebih Penting dari Sepak Bola
Pelatih Persebaya Surabaya, Aji Santoso (tengah) (Foto: Quadiliba Alfarabi/MPI)

CIKARANG - Pelatih Persebaya Surabaya, Aji Santoso menyampaikan rasa bela sungkawa atas meninggalnya seorang bayi di laga Persebaya vs Persita Tangerang beberapa waktu lalu. Tak cuma itu, Aji meminta agar para suporter dapat berpikir lebih bijak karena nyawa lebih penting daripada sepak bola.

Sebagaimana diketahui, kemenangan Persebaya atas Persita harus diwarnai oleh kisah menyedihkan. Diketahui ada seorang suporter Persebaya yang nekat mengajak sang anak yang baru berusia enam bulan untuk pergi ke Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, pada Senin (1/8/2022) malam WIB.

Bayi malang tersebut kemudian meninggal di perjalanan. Hal itu sampai ke telinga pelatih Persebaya, Aji Santoso.

Aji turut berbela sungkawa atas meninggalnya bayi tersebut. Dirinya lantas berpesan kepada para suporter agar lebih bijak dan berhati-hati dalam menonon sepak bola.

Pelatih Persebaya Surabaya, Aji Santoso (Foto: Persebaya)
Pelatih Persebaya Surabaya, Aji Santoso (Foto: Persebaya)

“Untuk suporter, saya sangat berbela sungkawa dengan anaknya yang meninggal, tetapi harus lebih bijaksana lagi, dan lebih pintar lagi, bahwa nyawa lebih penting dari sepak bola,” kata Aji Persebaya ditekuk Bhayangkara FC dengan skor 0-1 di Stadion Wibawa Mukti, Minggu (7/8/2022).

“Saya tahu mereka fanatik, tetapi fanatiknya tolong jangan menimbulkan korban apalagi nyawa, jadi menurut saya perlu berhati-hati lagi,” tutupnya.

Beberapa hari ke belakang memang terbilang kelabu bagi sepak bola Indonesia. Sebelum adanya insiden tersebut, terdapat korban meninggal dari suporter PSS Sleman, Tri Fajar Firmansyah.

Tri Fajar menjadi korban salah sasaran sekelompok oknum suporter yang tengah bersitegang. Hal itu tentu amat disayangkan karena sepak bola Indonesia baru saja diizinkan untuk dihadiri penonton, namun sudah menelan korban jiwa.

Editor : Saliki Dwi Saputra

RECENT COMMENTS
/ rendering in 0.2839 seconds [13]