Ragam Lainnya | Detail

Sukses Gelar Turnamen Biliar Putri, POBSI Jateng Adopsi Sistem Turnamen Profesional

Tim Sportstars
Jum'at, 19 November 2021, 13:14 WIB
Sukses Gelar Turnamen Biliar Putri, POBSI Jateng Adopsi Sistem Turnamen Profesional
POBSI Jawa Tengah sukses gelar turnamen biliar putri yang mengadopsi sistem aturan profesional (Foto: POBSI Jateng)

PEKALONGAN - Pengurus Provinsi Persatuan Olahraga Biliar Seluruh Indonesia (POBSI) Jawa Tengah sukses menggelar Turnamen Biliar Putri Bola Sembilan yang partai finalnya berlangsung di Merdeka Pool & Lounge Rabu kemarin (18/11/2021). Turnamen ini sekaligus mengadopsi sistem aturan "break 3 bola" yang umumnya digunakan di pertandingan profesional internasional.

Turnamen ini diikuti atlet dari 15 provinsi, termasuk sejumlah atlet nasional peraih medali di berbagai event nasional seperti PON XX di Papua dan Sea Games. Mereka memperebutkan hadiah Rp97,5 juta di nomor Biliar Putri 9 Ball dan Rp62,5 juta untuk nomor Bola 9 Ganda Campuran.

Di partai final nomor single, Angeline M. Ticoalu, atlet senior asal Jawa Tengah yang pernah mewakili Indonesia di SEA Games menang dengan  skor 9-5 atas Silviana Lu, atlet Papua yang meraih medali emas pada PON XX lalu.

Selain sukses menyelenggarakan event berkelas di tengah masa pandemi ini, sukses mempertemukan sejumlah atlet putri berprestasi, turnamen  ini juga diakui memiliki kualitas penyelengaraan yang berkelas internasional.

Silviana Lu dan Angeline M. Ticoalu di podium juara Nine Ball Women Open Tournament (Foto: MPI)
Silviana Lu dan Angeline M. Ticoalu di podium juara Nine Ball Women Open Tournament (Foto: MPI)

Silviana Lu yang sudah berlaga di berbagai turnamen besar di dalam negeri maupun luar negeri memuji turnamen yang digelar oleh  Pengprov POBSI Jawa Tengah ini .  Menurut Silviana, ada  sejumlah terobosan yang membuat turnamen ini berbeda dengan turnamen lain yang pernah ia ikuti, khususnya dalam hal  penerapan aturan-aturan internasional. 

“Luar biasa karena Pengprov POBSI Jateng dan Merdeka  berani mengadakan event standar internasional. Dimana kita tau event ini dibuat sedetail mungkin. Seperti yang kita tau pada umumnya kualitas turnamen di Indonesia masih kurang . Dimana standarnya hanya untuk tingkat nasional Sehingga atlet-atlet tanah air tidak memiliki gambaran tentang event di luar. Contohnya dari aturan permainan, race, jam pertandingan dan lain lainnya. Dimana turnamen-turnamen  yang ada memiliki aturan aturan yang berbeda. Saya berharap event seperti ini dapat terus berlanjut dan mungkin diikuti oleh pihak lainnya” ujar Silviana Lu.

Sekretaris Jenderal PB POBSI, Robby Suarly, mengatakan salah satu aturan yang diterapkan di turnamen ini adalah mengenai "break 3 bola" yang umumnya digunakan di pertandingan profesional internasional.

Aturan profesional itu menentukan  break yang sah harus minimal tiga bola (object ball) melewati garis head string atau tiga bola masuk atau akumulasi dari kedua hal tersebut, yaitu satu bola masuk dan dua bola lewat garis atau dua bola masuk dan satu bola lewat garis. Selain kondisi tersebut maka "break" dinyatakan "miss" atau disebut "illegal break".

 

RECENT COMMENTS

/ rendering in 0.1130 seconds [13]