Ragam Lainnya | Detail

Sudut Sektor Tolak Peluru yang Benar dan Penjelasan Lengkap

Sulthan Muafa
Kamis, 26 Mei 2022, 23:25 WIB
Sudut Sektor Tolak Peluru yang Benar dan Penjelasan Lengkap
Sudut sektor tolak peluru terdapat lemparannya sekitar 45 derajat dari titik tengah lingkaran dalam menuai tolakan (Foto: REUTERS)

JAKARTA-Sudut sektor tolak peluru sangat jarang diketahui oleh masyarakat Indonesia. Karena cabang olahraga ini biasa dimainkan para pecinta olahraga atletik. Mengenai sudut sektor tolak peluru untuk melakukan lemparan sekitar 45 derajat dari titik tengah lingkaran.

Seperti diketahui tolak peluru merupakan olahraga yang memiliki nama lain yakni shot put. Cabor atletik satu ini diketahui memiliki tujuan untuk mencapai jarak tolakan sejauh mungkin.

Cabor satu ini ditemukan pertama kali di dataran tinggi Skotlandia yang mana untuk pertama kalinya menggunakan bahan dari batu. Dalam perkembangan zaman hingga kini tolak peluru mampu terus berkembang. Mulai dari sarana, waktu, aturan, hingga lapangan yang semakin modern.

Sudut Sektor Tolak Peluru yang Benar

Perihal sudut sektor tolak peluru terdapat lemparannya sekitar 45 derajat dari titik tengah lingkaran dalam menuai tolakan. Selepas itu tentunya para pemain diharapkan dapat menghasilkan jumlah tolakan yang begitu besar.

Disamping itu dalam lapangan tolak peluru harus sesuai dengan bentuk lingkaran berukuran diameter 2,135 meter. Sedangkan lapisan ketebalan di sekelilingnya mencapai 66m dan tinggi batas lingkarannya mencapai tinggi 2 cm.

Bahan di sisi lingkaran pun tidak boleh sembarangan. Diharuskan terbuat dari kandungan besi, baja, maupun bahan keras lainnya yang cocok membentuk lengkungan.

Lalu di sisi area dalam lingkaran tolak harus terbuat dari bahan yang tidak licin. Seperti halnya semen maupun aspal ataupun dengan bahan lainnya. Dalam membentuk permukaan lingkaran tersebut harus sesuai ukuran dengan jumlah 6 sampai 20 mm 

Sementara pada pendaratan peluru rupanya dikasih balok panahan dengan bahannya sesuai dari kayu atau bisa juga dengan lainnya yang bisa menyerupai busur atau lengkungan. Hal ini tentunya agar terasa lebih kuat antara tepi dalam ke arah tepi dalam lingkaran.

Editor : Hafid Fuad

RECENT COMMENTS
/ rendering in 0.1349 seconds [12]