MotoGP | Detail

Stoner Sebut Honda Terlalu Berambisi Juara Dunia dengan Rombak Mesin Tak Wajar

Quadiliba Al-Farabi
Rabu, 12 Januari 2022, 16:45 WIB
Stoner Sebut Honda Terlalu Berambisi Juara Dunia dengan Rombak Mesin Tak Wajar
Casey Stoner memberi masukan kepada pembalap Ducati Corse Francesco Bagnaia di garasi tim pada MotoGP Algarve 2021 (Foto: MotoGP)

LEGENDA balap MotoGP Casey Stoner, berpendapat bahwa tim Honda terlalu berambisi memenangkan kejuaraan dengan melakukan perombakan mesin yang tak wajar di setiap motornya. Menurutnya hal itu justru menjadi malapetaka bagi pembalap utama mereka Marc Marquez. Tak dapat dipungkiri lagi bahwa pabrikan asal Jepang ini sangat bergantung kepada Marquez. Namun di sisi lain, ketergantungan itu justru menjadi “sandera” bagi The Baby Alien-julukan Marquez.

Lebih lanjut Stoner menilai, Honda memodifikasi motor yang sebenarnya sama dengan tim lain dengan tidak sebagaimana mestinya. Misalnya saja, tim ini terlalu berambisi menguatkan area pengereman dengan melemahkan mesin lain. Hal ini menimbulkan risiko besar bagi setiap pembalapnya dalam melakukan adaptasi. Sebagai bukti, Marquez dalam dua musim terakhir mengalami cedera parah yang tak dipungkiri karena jatuh dari motornya.

Padahal, menurut Stoner, di timnya Ducati, semua orang tampaknya bisa bermain di garis depan dengan motor yang sama, yakni RC213V. Inilah yang membuatnya tak heran mengapa ambisi Honda tidak sesuai harapan di klasemen akhir.

Marc Marquez melibas lintasan basah Sirkuit Misano World Marco Simoncelli (Foto: Honda Racing Corporation)

“Marc (Marquez) dan timnya melakukan kesalahan pada awalnya. Dia selalu sangat kuat dalam mengerem. Tapi ketika Anda fokus pada satu kekuatan, Anda melemahkan area lain dari mesin. Anda tidak dapat memiliki semuanya, ” kata Stoner dikutip laman Paddock GP, Rabu (12/1/2022).

“Itulah mengapa Anda melihat begitu banyak pabrikan berbeda yang menang. Tak satu pun dari mereka memiliki paket yang sempurna ,” lanjutnya. “Ketika saya melakukan tes untuk Honda, saya merasakan betapa pentingnya kinerja pengereman bagi mereka. Tapi motornya tidak mau berbelok di tikungan,” kata Stoner.

“Marc sangat berhasil menghindari beberapa masalah ini . Dia menggunakan kekuatannya pada rem dan kekuatannya dalam duel. Semua orang tahu Marc sangat berbakat. Dia memiliki reaksi yang tidak seperti yang lain. Itu sebabnya dia bisa menangkap roda depan berulang kali sebelum dia terjatuh,” tutupnya.

Di musim 2022 mendatang yang akan digelar mulai Maret, Marquez masih belum dapat dipastikan untuk tampil terutama di awal musim. Sejauh ini dia masih menjalani proses pemulihan dari cedera gegar otak ringan dan pengelihatan gandanya.

Editor : Furqon Al Fauzi

RECENT COMMENTS

/ rendering in 0.1119 seconds [13]