Hobi | Detail

Sportpedia: Tiga Kelompok Kebugaran Jasmani

Tim Sportstars
Senin, 08 November 2021, 22:57 WIB
Sportpedia: Tiga Kelompok Kebugaran Jasmani
Warga berolahraga di Stadion Rawa Badak, Koja, Jakarta Utara, Selasa (7/9/2021) untuk menjaga kebugaran jasmani. (Foto: MPI)

KEBUGARAN jasmani mengacu pada kemampuan sistem tubuh manusia bekerjasama secara efisien dalam melakukan aktivitas sehari-hari. Atau bisa juga dikatakan kemampuan seseorang melakukan aktivitas sehari-hari dengan kinerja, daya tahan, dan kekuatan yang optimal dengan pengelolaan penyakit, kelelahan, dan stress. 

Makin tinggi tingkat kebugaran jasmani seseorang, makin bagus pula kemampuan kerja fisiknya. Kebugaran jasmani adalah kunci kesehatan dan ketahanan tubuh yang sebenarnya. Karena itu, beberapa orang rutin melakukan berbagai latihan dan kegiatan fisik, seperti berolahraga. Tubuh akan menjadi lebih fit dan tidak mudah terjangkit penyakit.

Kebugaran jasmani dikelompokkan ke dalam tiga kelompok yakni: 

1. Kebugaran statis dalam arti keadaan seseorang yang bebas dari penyakit

2. Kebugaran dinamis dalam arti kemampuan untuk bekerja efisien yang tidak memerlukan keterampilan, misalnya berjalan, mengangkat.

3. Kebugaran motoris dalam arti kemampuan untuk melakukan kerja dengan keterampilan tinggi dengan efisien

Kebugaran jasmani mencakup berbagai atribut fisik yang berhubungan dengan kesehatan. Komponen kebugaran fisik ini mengukur perkiraan status kesehatan individu meliputi: daya tahan, komposisi tubuh, kekuatan otot, daya tahan otot, dan fleksibilitas

Ketahanan 

Kemampuan untuk melakukan latihan dinamis yang berkepanjangan menggunakan kelompok otot besar. Ketahanan merupakan kemampuan untuk mengangkut oksigen ke otot yang bekerja sebagai bahan bakar untuk energi. Latihan tersebut bisa dilakukan seperti misalnya berjalan, berlari, bersepeda, lompat tali, berenang, hiking, dan menari.

 

    
Komposisi Tubuh

Proporsi lemak dan massa bebas lemak (otot, tulang, dan air) dalam tubuh. Berat badan saja tidak cukup untuk mengetahui komposisi tubuh. Pengukuran komposisi tubuh dilakukan dengan jangka sorong pada bagian tubuh tertentu untuk menentukan persentase total lemak tubuh. Ada juga timbangan dan alat pengukur lemak tubuh. Secara umum, kisaran ideal lemak tubuh adalah 10-15 persen dari total massa tubuh untuk pria dan 15-22 persen untuk wanita. 

Kekuatan Otot

Jumlah kekuatan yang dapat dihasilkan otot dalam satu upaya maksimum. Otot harus mampu mengerahkan kekuatan dan mengontrol gerakan. Kekuatan ditingkatkan dengan latihan ketahanan beban.

Daya Tahan Otot 

Kemampuan untuk melawan kelelahan dan mempertahankan.

Fleksibilitas

Kemampuan untuk menggerakkan persendian melalui rentang gerak penuhnya. (khofifah nur hidayah)
 

Editor : Maruf

RECENT COMMENTS

/ rendering in 0.1939 seconds [13]