logo
Liga Indonesia | Detail

Soal Tragedi Kanjuruhan, Mahfud MD Akui PSSI Sulit Disentuh karena Aturan FIFA

Cikal Bintang Raissatria
Kamis, 06 Oktober 2022, 21:29 WIB
Soal Tragedi Kanjuruhan, Mahfud MD Akui PSSI Sulit Disentuh karena Aturan FIFA
Menko Polhukam, Mahfud Md, menyatakan pemerintah mendukung penuh penyelenggaraan PON XX dan Peparnas XVI di Papua (Foto: MPI)

JAKARTA – Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan HAM (Menko Polhukam), Mahfud MD, mengatakan bahwa PSSI sulit disentuh karena terikat dengan aturan FIFA. Oleh sebab itu, dia mengatakan Tim Gabungan Independen Pencari Fakta (TGIPF) akan bekerja semaksimal mungkin mengungkap Tragedi Kanjuruhan.

Seperti diketahui, tragedi memilukan terjadi di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, ketika laga antara Arema FC vs Persebaya Surabaya digelar. Laga tersebut berlangsung Sabtu (1/10/2022) malam WIB. Kerusuhan terjadi sesuai laga tersebut. 

Hal itu memaksa polisi menembakkan gas air mata ke arah tribun. Aksi tersebut justru mengakibatkan 131 orang meninggal dunia akibat berdesakan ingin keluar dari stadion.

Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam) Republik Indonesia (RI), Mahfud MD (Foto: MPI/Jonathan Simanjuntak)
Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam) Republik Indonesia (RI), Mahfud MD (Foto: MPI/Jonathan Simanjuntak)

Akibat insiden berdarah ini, Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri), Listyo Sigit Prabowo menetapkan enam tersangka. Mereka adalah Direktur PT LIB, Ahmad Lukita, Ketua Ketua Panitia Pelaksana Arema Malang, Abdul Haris, Kabag Ops Polres Malang Kompol Wahyu Setyo Pranoto, Kasat Samapta Polres Malang AKP Bambang Sidik Achmadi, Komandan Kompi Brimob Polda Jatim inisial AKP Hasdarman, dan Security Steward Suko Sutrisno.

Pendiri Pandit Football, Andreas Marbun, berbicara dalam acara Mata Najwa, Kamis (6/10/2022) juga sempat mempertanyakan ihwal tidak adanya ‘orang’ PSSI dalam enam tersangka yang ditetapkan oleh Polri.

Menjawab hal tersebut, Mahfud MD mengatakan PSSI sulit untuk ‘disentuh’ dikarenakan terikat dengan aturan FIFA. Namun demikian, Mahfud mengatakan TGIPF akan bekerja semaksimal mungkin mengungkap Tragedi Kanjuruhan.

 

RECENT COMMENTS


/ rendering in 0.2234 seconds [13]