Netting | Detail

Sejarah Piala Thomas dan Uber

Tim Litbang
Senin, 25 April 2022, 13:15 WIB
Sejarah Piala Thomas dan Uber
Piala Thomas dan Uber merupakan kejuaraan bulu tangkis beregu paling bergengsi (Foto: BWF)

AJANG Piala Thomas dan Uber adalah kejuaraan bulu tangkis beregu yang bergengsi. Thomas Cup atau Piala Thomas adalah turnamen yang mempertemukan tim bulu tangkis putra terbaik di dunia. Sedangkan Uber Cup atau Piala Uber diperuntukkan khusus bagi tim bulu tangkis putri terbaik di dunia. Lalu bagaimana sejarah kedua turnamen ini?

Nama Thomas Cup diambil dari nama pemain legendaris bulu tangkis serta Ketua IBF (International Badminton Federation) pertama asal Inggris, Sir George Alan Thomas. Dia mengusulkan kejuaraan regu putra pada 1939, lima tahun setelah IBF didirikan. 

Namun, usulan tersebut gagal karena pecahnya Perang Dunia II. Untungnya, usul tersebut tak hilang begitu saja.  Pada 1946, rapat dewan merencanakan menggelar kejuaran tersebut pada 1948-1949.

Piala Thomas pertama kali digelar di Preston, Lancashire, Inggris. Awalnya Piala Thomas ini dilakukan dengan format best of nine, terdiri dari lima partai  tunggal serta empat partai ganda.

Saat itu, kepesertaan dibagi dalam empat zona, yaitu Pan Amerika, Asia, Australia, serta Eropa. Kejuaraan ini awalnya dilaksanakan tiga tahun sekali. Pada final pertama Thomas Cup, Malaysia menjadi negara pertama yang memboyong Piala Thomas usai mengalahkan Denmark dengan skor 8-1.

Sementara Uber Cup, namanya berasal dari nama pebulu tangkis legendaris asal Inggris, Betty Uber. Awalnya, Piala Uber dilangsungkan setiap tiga tahun sekali. Kala itu, Piala Uber digelar dengan mempertandingkan tiga partai tunggal dan empat partai ganda.

Piala Uber pertama kali diselenggarakan pada 1957 dengan Amerika Serikat sebagai juaranya. Ketika itu, AS mengalahkan Denmark dalam pertandingan di Lancashire, Inggris. Pada 1984, terjadi perubahan format Piala Uber. Jumlah pertandingan dikurangi sehingga hanya mempertandingkan tiga partai tunggal dan dua partai ganda. Format ini pun bertahan sampai saat ini.

Pada 1984, Kejuaraan Thomas dan Uber akhirnya dijadikan satu. Sejak itu pula, Thomas dan Uber Cup diadakan bersamaan setiap dua tahun sekali.

Keikutsertaan Indonesia dalam Piala Thomas dan Uber

Tim putra Indonesia berhasil meraih gelar juara untuk ke-14 kalinya pada ajang Piala Thomas 2020, Minggu 17 Oktober 2021, di Ceres Arena, Aarhus, Denmark. Di babak final, Jonatan Christie dan kawan-kawan mengalahkan China dengan skor 3-0. 

Indonesia sendiri menanti 19 tahun untuk memenangi gelar ke-14 tersebut. Pasalnya, Indonesia terakhir kali meraih Piala Thomas pada 2002. 

Sekadar informasi, Indonesia pertama kali meraih gelar Piala Thomas pada 1958 di Singapura. Saat itu, Indonesia mengalahkan Malaysia dengan skor 6-3. 

Hegemoni Indonesia pada Piala Thomas tidak terbantahkan. Indonesia menjadi negara peraih gelar terbanyak yakni 14 kali. China menyusul di tempat kedua dengan 10 kali, lalu Malaysia dengan lima kali juara. 

Adapun 14 gelar itu diraih Indonesia pada 1958, 1961, 1964, 1970, 1973, 1976, 1979, 1984, 1994, 1996, 1998, 2000, 2002, dan 2020. Khusus pada 2020, turnamen itu diselenggarakan pada Oktober 2021 karena pandemi Covid-19.

Sayangnya, prestasi itu tidak diikuti oleh tim putri. Pasalnya, Indonesia baru tiga kali juara Piala Uber yakni pada 1975, 1994, dan 1996. China sendiri menjadi negara tersukses dengan 15 gelar, diikuti Jepang dengan enam titel.

 

RECENT COMMENTS
/ rendering in 0.1388 seconds [13]