logo
Liga Indonesia | Detail

Sejak Kapan Liga Indonesia Terhenti hingga Akhirnya Digelar?

Basudiwa Supraja
Jum'at, 18 November 2022, 18:08 WIB
Sejak Kapan Liga Indonesia Terhenti hingga Akhirnya Digelar?
Logo Liga 1 (Foto: Liga 1)

JAKARTA - Liga Indonesia telah memasuki bulan kedua penghentian laga sejak kasus tragedi di Kanjuruhan awal Oktober lalu. Sehari setelahnya, seluruh laga terpaksa dihentikan tepatnya pada Minggu, 2 Oktober 2022.

Laga Persija Jakarta vs Persib Bandung pun menjadi salah satu korbannya. Padahal kedua tim sudah saling mempersiapkan diri untuk menjalani partai big match tersebut.

Per hari ini, Kamis (18/11/2022) Liga Indonesia telah memasuki hari ke-38 tanpa laga. Belum ada yang bisa memastikan kapan kompetisi sepak bola di Indonesia bisa dimulai kembali.

Namun, saat ini pihak operator, PT LIB, sedang mengupayakan agar Liga Indonesia kembali digelar. Proyeksinya, kompetisi tersebut bisa bergulir kembali pada 2 Desember mendatang.

Hal itu tergantung pada izin kepolisian saat ini. Sistem kandang-tandang tetap masuk dalam skema rencana LIB. Harapannya, kompetisi bisa selesai sebulan sebelum Piala Dunia U-20 2023 yakni 16 April 2023.

"Skemanya kalau 2 Desember mulai, liga bisa selesai 16 April kalau pakai kandang-tandang. Tapi recovery day-nya mungkin 4-5 lima hari. Piala AFF kami tetap bergulir karena mereka tidak masuk kalender FIFA," ujar Komisaris Utama (Komut) LIB, Juni Rachman, kepada media di Jakarta, Selasa (15/11/2022).

Saat ini, Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Zainudin Amali, telah mengadakan diskusi dengan PSSI dan LIB pada Jumat (18/11/2022). Nantinya, Amali berencana untuk memohon langsung agar liga bisa kembali bergulir.

"Saya menyampaikan hasil rapat pemegang saham RUPS LIB, dan juga ada keinginan untuk menyampaikan kepada pemerintah tentang kelanjutan kompetisi Liga 1, 2 dan 3," ucapnya di Jakarta, Jumat (18/11/2022)

Nasib kelanjutan kompetisi tergantung jaminan yang bisa diberikan dari LIB dan PSSI kepada pemerintah. Menarik untuk melihat kelanjutan kabar tersebut nantinya.

Editor : Muhammad Pratama Supriyadillah

RECENT COMMENTS
/ rendering in 0.1838 seconds [13]