logo
F1 | Detail

Red Bull Racing Diyakini Tetap Kompetitif meski Dihukum FIA

Rio Eristiawan
Sabtu, 29 Oktober 2022, 12:42 WIB
Red Bull Racing Diyakini Tetap Kompetitif meski Dihukum FIA
Tim Red Bull Racing merayakan gelar juara kategori konstruktor di F1 2022 usai GP Amerika Serikat (Foto: Reuters/Jerome Miron)

MEXICO CITY - Red Bull Racing resmi dijatuhi hukuman oleh FIA karena pelanggaran terhadap aturan pembatasan anggaran. Namun, Penasihat Red Bull Racing, Dr. Helmut Marko, tetap yakin timnya akan kompetitif.

Seperti diketahui, FIA sudah mengumumkan sanksi denda kepada Red Bull karena terbukti bersalah telah melewati batas anggaran yang ditentukan pada F1 2021. Tim berbendera Austria itu dikenai denda 7 juta dolar AS (setara Rp109 miliar).

Selain denda, Red Bull dikenai hukuman pengurangan 10 persen alokasi waktu pengujian komponen aerodinamika di terowongan angin selama 12 bulan. Larangan yang satu ini diyakini akan berpengaruh pada pengembangan mobil untuk F1 2023 dan 2024.

Namun, Marko menilai hukuman yang diberikan FIA kepada Red Bull Racing tidak akan berpengaruh apa-apa. Dia malah menyebut apa yang menimpa Red Bull seharusnya menjadi pelajaran bagi tim lain.

Max Verstappen (Red Bull Racing) masih kesulitan bersaing pada F1 GP Meksiko 2022 (Foto: Reuters/Henry Romero)
Max Verstappen (Red Bull Racing) masih kesulitan bersaing pada F1 GP Meksiko 2022 (Foto: Reuters/Henry Romero)

“Mungkin FIA ingin menjadikan kami contoh di sini karena aturannya masih sangat baru," kata Marko, dilansir dari Speedweek, Sabtu (29/10/2022).

"Hukuman olahraga itu berat, tetapi ini hanya tentang batas di mana kami masih percaya dapat bersaing di tahun-tahun mendatang," terang pria berkebangsaan Austria itu.

Ya, Red Bull merupakan tim pertama yang terkena hukuman karena melewati batas maksimal anggaran. Aturan pembatasan anggaran (Budget Cap) itu baru diberlakukan pada F1 2021 dan dampaknya mulai terlihat di F1 2022.

Setiap tim hanya diperbolehkan menghabiskan anggaran sebesar 145 juta dolar AS (setara Rp2,25 triliun). FIA juga menerapkan kelonggaran berupa batas kelebihan maksimal 1-5% dalam anggaran tersebut.
 

Editor : Wikanto Arungbudoyo

RECENT COMMENTS
/ rendering in 0.1861 seconds [12]