Basket | Detail

Ratu Tisha Ingin FIBA Asia dan World Cup Bawa Efek Berkelanjutan untuk Basket Indonesia

Ilham Sigit Pratama
Jum'at, 17 Juni 2022, 13:56 WIB
Ratu Tisha Ingin FIBA Asia dan World Cup Bawa Efek Berkelanjutan untuk Basket Indonesia
Ratu Tisha Destria punya harapan tinggi pada FIBA Asia Cup 2022 dan FIBA World Cup 2023 (Foto: MNC Portal Indonesia/Ilham Sigit)

JAKARTA - Wakil Ketua Pelaksana FIBA Asia Cup 2022 dan FIBA World Cup 2023, Ratu Tisha Destria, berharap dua ajang itu menjadi pencetus pembangunan infrastruktur bola basket di Indonesia. Dengan demikian, ada efek berkelanjutan yang tercipta. 

Seperti diketahui, Indonesia akan menjadi tuan rumah dua turnamen bola basket dalam dua tahun berturut-turut. FIBA Asia Cup 2022 digelar di Hall Basket Senayan, Jakarta, 12-24 Juli mendatang. Sementara itu FIBA World Cup 2023 digelar 25 Agustus hingga 10 September. 

Ratu ingin dua event internasional tersebut menjadi pemicu pembangunan infrastruktur bola basket yang berkelanjutan. Eks Sekjen PSSI itu tidak mau FIBA Asia Cup dan World Cup hanya menjadi ajang musiman. 

“Jadi keberlanjutan setelah Asia Cup menuju World Cup ini, diharapkan ada pembangunan di area perumahan atau di sekolah, atau perbaikan-perbaikan lain,” kata Ratu Tisha ketika ditemui MNC Portal Indonesia, Jumat (17/6/2022).

“Jadi ini yang ingin kami gaungkan, soalnya permasalahan semua olahraga di Indonesia kurang lebih sama, yakni infrastruktur, jadi output-nya lebih ke arah sana sih keberlanjutan dari event ini,” sambung perempuan berusia 36 tahun itu.

Lebih lanjut, Ratu mengatakan bola basket berbeda dengan sepak bola. Menurutnya, bola basket memakan biaya pembangunan infrastruktur yang lebih murah dan mudah dibanding sepak bola.

Oleh sebab itu, Ratu ingin pembangunan infrastruktur dilakukan secara masif. Dengan begitu,  bola basket Indonesia diyakini akan disegani oleh negara-negara lain.

“Permasalahan olahraga di Indonesia ini kurang lebih sama semua, yakni infrastruktur, jadi di basket ini mudah-mudahan pembangunannya bisa lebih mudah, lebih murah, dan lebih massal,” tutup Ratu Tisha. 

Editor : Wikanto Arungbudoyo

RECENT COMMENTS
/ rendering in 0.1375 seconds [12]