logo
Liga Spanyol | Detail

Presiden Liga Spanyol Kecam Perlakuan Barcelona atas Frenkie De Jong

Rio Eristiawan
Jum'at, 29 Juli 2022, 07:45 WIB
Presiden Liga Spanyol Kecam Perlakuan Barcelona atas Frenkie De Jong
Frenkie De Jong jadi incaran banyak klub elit Eropa di bursa transfer musim panas 2022 (Foto: REUTERS)

BARCELONA  - Presiden Barcelona, Javier Tebas, mengecam perlakuan Barcelona atas salah satu pemain mereka, Frenkie de Jong. Tebas menilai Blaugrana  -julukan Barcelona- seharusnya tidak memaksa De Jong untuk menurunkan gaji, jika ingin tetap bertahan di Camp Nou.

Sebagaimana diketahui, De Jong terus menjadi sorotan di bursa transfer musim panas 2022. Pasalnya pemain Tim nasional (Timnas) Belanda itu terus dikabarkan akan bergabung ke Manchester United.

The Red Devils  -julukan Manchester United- dan Barcelona dikabarkan sudah mencapai kesepakatan dengan harga 75 juta poundsterling atau sekitar Rp1,34 triliun. Namun pemain berusia 25 tahun itu tak bisa meninggalkan Blaugrana  -julukan Barcelona, meski kedua tim sudah mencapai kata sepakat.

Frenkie de Jong tengah diminati Man United (Foto: Instagram/@frenkiedejong)
Frenkie de Jong tengah diminati Man United (Foto: Instagram/@frenkiedejong)

Barcelona dikabarkan memiliki utang gaji kepada De Jong sebesar 16 juta euro atau sekitar Rp287,5 miliar. Hal tersebut membuat mantan pemain Ajax Amsterdam itu enggan angkat kaki dari Camp Nou.

Akibatnya Barcelona tidak bisa menjual De Jong ke klub manapun di bursa transfer musim panas ini. Blaugrana pun meminta De Jong untuk menurunkan gaji, jika ingin bertahan.

Sikap Barcelona yang meminta De Jong untuk menurunkan gajinya mendapatkan sorotan dari Tegas. Pria berusia 59 tahun itu mengatakan Blaugrana harus mengikuti aturan yang ada.

"Yang akan dilakukan LaLiga adalah memenuhi kesepakatan bersama kami dengan klub, APF (Asosiasi Pesepakbola Spanyol). Pemain tidak dapat dipisahkan atau ditekan, itu yang ditetapkan oleh kesepakatan bersama," kata Tebas dilansir dari Mundo Deportivo, Kamis (28/7/2022).

"Hukum, akal dan etika harus ditegakkan. Dari situ, Barcelona tahu aturan dan tanggung jawab yang ada di aspek itu” tutupnya.
 

Editor : Admiraldy Eka Saputra

RECENT COMMENTS
/ rendering in 0.1637 seconds [13]