Ragam Lainnya | Detail

POBSI Sumut Sebut Kasus Edy Rahmayadi Harusnya Tak Sampai Ranah Hukum

Tim Sportstars
Rabu, 05 Januari 2022, 18:16 WIB
POBSI Sumut Sebut Kasus Edy Rahmayadi Harusnya Tak Sampai Ranah Hukum
Ketua Umum POBSI Sumut, Salomo TR Pardede SE MM menyebut kasus “Jewer Kuping“ yang dilakukan Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi seharusnya tak sampai ke ranah hukum (FOTO: Pobsi Sumut).

KETUA Umum Pengprov Persatuan Olahraga Biliar Indonesia (POBSI) Sumut, Salomo TR Pardede SE MM menyebut kasus "Jewer Kuping" yang dilakukan Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi seharusnya tak sampai ke ranah hukum. Kasus tersebut melibatkan Mantan Pelatih Biliar Sumut Khairuddin Aritonang alias Coki.

Salomo mengaku tidak menyangka kasus tersebut sampai ke ranah hukum padahal seharusnya bisa diselesaikan secara kekeluargaan melalui mediasi dari berbagai pihak.

"Saya sangat terganggu pasca kejadian tersebut akibat pemberitaan yang viral dimana-mana. Padahal seharusnya bisa cepat diredam seandainya semua pihak bisa dengan kepala dingin menyikapinya," kata Salomo.

Kemudian, kata Salomo, posisi Coki sebagai pelatih Biliar Sumut telah berakhir semenjak berakhirnya pelaksanaan PON Papua. "Dia diangkat sebagai pelatih mulai dari persiapan hingga berakhir PON Papua. Hal itu sesuai dengan SK dari KONI Sumut," kata Salomo.

Terkait laporan ke Polisi, Salomo mengatakan itu atas inisiatif Coki dan tidak pernah berkonsultasi dengan POBSI Sumut.  Dalam persoalan ini Salomo menegaskan dan meminta agar kejadian yang dialami Coki tidak dikait- kaitkan dengan POBSI Sumut sebab hal itu adalah persoalan pribadi.

Sebenarnya kata Salomo, tindakan Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi terhadap Coki  merupakan kedekatan antara Ayah dengan anak, namun Coki menanggapi dengan serius. 

"Saya tidak membela Gubsu tapi kalau kita jujur gaya dan style kepemimpinan Edy Rahmayadi memang begitu, kita harus maklum," kata Salomo.

Bahkan kata Salomo, Edy Rahmayadi sudah mengatakan bahwa aksi pegang kuping tersebut merupakan jewer sayang dan tidak menyangka persoalannya panjang dan melebar kemana-mana hingga sekarang.

 

RECENT COMMENTS

/ rendering in 0.1137 seconds [12]