Ragam Lainnya | Detail

Peserta MotoGP Indonesia Diwajibkan Karantina, NOC Usulkan Perlakuan Khusus

Wikanto Arungbudoyo
Selasa, 18 Januari 2022, 17:03 WIB
Peserta MotoGP Indonesia Diwajibkan Karantina, NOC Usulkan Perlakuan Khusus
Ketua NOC Indonesia, Raja Sapta Oktohari, sudah mengirim surat untuk meminta perlakuan khusus kepada Menpora RI (Foto: NOC Indonesia)

JAKARTA – Komite Olimpiade Indonesia (NOC Indonesia) mengusulkan kepada pemerintah agar ada perlakuan khusus terhadap pelaku olahraga yang datang dari luar negeri. Usul tersebut muncul usai heboh wacana pembatalan MotoGP Indonesia 2022 gara-gara kewajiban karantina mandiri. 

Ketua NOC Indonesia, Raja Sapta Oktohari, menilai diskresi tersebut diperlukan karena keterbatasan akses latihan selama karantina panjang. Dikhawatirkan, kebijakan tersebut berdampak pada stamina dan performa atlet. 

“NOC Indonesia melihat masa karantina sangat berdampak terhadap kebugaran atlet. Kami menerima masukan dari national federation yang sempat menjalani  karantina, akses mereka terbatas dan tidak bisa berlatih optimal,” ujar Okto, saat bertemu Menpora RI Zainudin Amali, Senin (17/1/2022). 

“Selain tidak boleh keluar kamar, belum tentu di hotel karantina memiliki fasilitas latihan,” imbuhnya, sebagaimana dimuat dalam rilis yang diterima Sportstars.id, Selasa (18/1/2022). 

Oleh karena itu, dibutuhkan sistem karantina yang berbeda seperti bubble atau gelembung. Sistem ini biasa digunakan di sektor olahraga, seperti rangkaian Indonesia Badminton Festival di Bali, pada Desember silam, yang  juga dapat diadopsi di Indonesia.

Usulan itu telah disampaikan NOC Indonesia kepada Menpora Zainudin Amali secara resmi melalui surat bernomor 1.12.3/NOC-INA/PRE/2022 tentang tindak biosecurity pencegahan penyebaran Covid-19 di Indonesia pada penyelenggaraan event olahraga Internasional di Indonesia serta keikutsertaan atlet-atlet Indonesia di setiap event olahraga Internasional. 

“Kami menyampaikan kepada Menpora untuk adanya diskresi. Mereka tetap karantina, tetapi mungkin dengan sistem bubble,” ungkap Okto. 

“Jadi atlet yang baru pulang dari pertandingan di luar negeri mereka bisa berlatih untuk menjaga kebugarannya karena tidak mungkin atlet tidak latihan berhari-hari,” tambahnya. 

“Diskresi karantina juga dibutuhkan bagi pelaku olahraga yang akan terlibat di event internasional, baik atlet, pelatih, official. Baik secara persiapan, maupun ketika games times. Kondisi tersebut juga memerlukan diskresi. Alhamdullilah Menpora menyambut baik usulan kami,” tandas Okto. 

 

RECENT COMMENTS
/ rendering in 0.2157 seconds [13]