F1 | Detail

Pernah Remehkan Honda, Fernando Alonso Dianggap Tidak Sabaran Oleh Mantan Pembalap F1

Fitradian Dhimas Kurniawan
Rabu, 05 Januari 2022, 01:30 WIB
Pernah Remehkan Honda, Fernando Alonso Dianggap Tidak Sabaran Oleh Mantan Pembalap F1
Fernando Alonso mengkritik cara penyusunan kalender balap F1 2021 (Foto: Reuters/FIA)

LONDON - Mantan pembalap F1 Anthony Davidson menilai Fernando Alonso terlalu tidak sabaran dengan Honda. Apalagi setelah kesuksesan pabrikan asal Jepang tersebut dalam beberapa musim terakhir.

Lahirnya era mesin hybrid V6 membuat Honda kembali tertarik ke F1. Mereka kemudian menjalin kerjasama dengan McLaren pada 2016. Namun, hubungan ini berjalan buruk.

Pihak McLaren menuntut Honda untuk menggunakan mesin dengan filosofi Size Zero. Itu artinya, Honda harus berusaha untuk membuat mesin sekecil mungkin, agar menjaga mobil McLaren tetap ramping.

Hal tersebut membuat Honda kesulitan. Walau dapat membuatnya, Honda harus mengorbankan daya tahan mobil. Akibatnya, Honda diejek oleh McLaren dan bahkan pembalapnya, Fernando Alonso ikut mengecilkan Honda.

Tidak tanggung-tanggung, Alonso menganggap mesin buatan Honda seperti dapur pacu dari kompetisi junior. Davidson pun merasa Alonso tak dapat memberikan waktu kepada Honda.

Bukan tanpa alasan Davidson beranggapan demikian. Pasalnya, dia menjadi bagian dari Honda pada awal tahun 2000-an. Walau sudah tak lagi berhubungan, dia tetap yakin Honda bakal bangkit.

“Saya penasaran, bagaimana dia memandang performa Honda selama beberapa tahun terakhir. Karena dari pengalaman bersama Honda, saya tahu mereka membutuhkan waktu. Tetapi, pada akhirnya bisa menemukan jalan,” kata Davidson dikutip Racing News 365, Selasa (4/1/2022).

Red Bull kemudian melihat potensi yang dimiliki oleh Honda. Hasilnya pun terlihat dengan kesuksesan Max Verstappen menjadi juara dunia F1 2021 lalu. Davidson yakin Alonso bisa saja merebut titel juara dunia ketiga atau lebih jika saja McLaren dan Honda tak bercerai.

“Dia seharusnya membiarkan mereka mencari jalan sendiri. Mungkin Fernando berpikir jika lebih sabar dan memberikan waktu. Tetapi, tidak ada yang tahu bagaimana masa depan berjalan. Jika mesin itu di McLaren, mungkin skenarionya akan berbeda,” pungkas Davidson. 

Editor : Furqon Al Fauzi

RECENT COMMENTS

/ rendering in 0.1124 seconds [13]