Liga Inggris | Detail

Perangi Rasisme di Sepak Bola, Lukaku Ingin Bertemu Pemimpin Perusahaan Media Sosial

Andika Rachmansyah
Kamis, 23 September 2021, 22:40 WIB
Perangi Rasisme di Sepak Bola, Lukaku Ingin Bertemu Pemimpin Perusahaan Media Sosial
Romelu Lukaku melakukan selebrasi usai cetak gol ke gawang Arsenal (Reuters)

LONDON – Striker Chelsea, Romelu Lukaku geram dengan tindakan rasisme di sepak bola. Lukaku bahkan mengatakan aksi berlutut sebelum laga dimulai nyatanya tidak cukup untuk memerangi tindakan rasisme. 

Striker berpaspor Belgia itu meminta untuk bertemu dengan perusahaan media sosial agar dapat lebih memerangi aksi rasisme yang terus terjadi di dunia sepak bola.

Lukaku menyatakan pesepak bola dapat berbuat lebih banyak untuk mengatasi rasisme dibanding hanya berlutut. Karena menurutnya para pemain terus menerima tindakan pelecehan tersebut.

Bahkan rekan setim Lukaku, Marcos Alonso mengatakan pada awal pekan ini dirinya tidak akan lagi melakukan gerakan itu. Sebab dia merasa aksi tersebut telah kehilangan dampaknya dan Alonso lebih memilih menunjuk lencana 'tidak untuk rasisme' di lengan bajunya.

“Saya pikir kami dapat mengambil posisi yang lebih kuat. Kami berlutut, semua orang bertepuk tangan, tetapi terkadang setelah pertandingan Anda melihat penghinaan lain,”  kata Lukaku dilansir dari Goal Internasional, Kamis (23/9/2021).

Stiker berusia 28 tahun itu ingin bertemu pemimpin perusahaan media sosial dengan pemain sepak bola lainnya untuk bersama-sama memerangi kasus rasisme dan diskriminasi yang kerap menimpa pemain. 

Sejumlah badan olahraga pun pernah melakukan boikot media sosial selama empat hari dengan harapan mendorong perusahaan untuk mengambil sikap yang lebih tegas terhadap pelecehan rasis dan seksis oleh pengguna.

Lukaku percaya bahwa masalah ini dapat diselesaikan dengan sukses jika semua orang bekerja sama. Karena menurutnya, sepak bola adalah kegembiraan, bukan menjadi tempat yang tidak aman bagi pesepak bola.

"Kami hanya harus duduk di sekitar meja dan mengadakan pertemuan besar tentang hal itu - bagaimana kami dapat menyerangnya secara langsung, tidak hanya dari pertandingan pria, tetapi juga dari pertandingan wanita," kata Lukaku.

“Kami dapat memboikot media sosial, tetapi saya pikir perusahaan-perusahaan itulah yang harus datang dan berbicara dengan tim, pemerintah, atau kepada para pemain itu sendiri, dan menemukan cara bagaimana caranya. untuk menghentikannya,” ia menambahkan.

"Kapten dari setiap tim, dan empat atau lima pemain, seperti tokoh besar dari setiap tim, harus mengadakan pertemuan dengan CEO Instagram dan pemerintah serta FA dan PFA,” sambungnya.

"Sepak bola adalah kegembiraan, kebahagiaan dan seharusnya tidak menjadi tempat di mana Anda merasa tidak aman karena pendapat dari beberapa orang yang tidak berpendidikan,” pungkasnya.

Editor : Furqon Al Fauzi

RECENT COMMENTS

/ rendering in 0.2465 seconds [12]