Ragam Lainnya | Detail

Pengertian dan Sejarah Lari Cepat

Saliki Dwi Saputra
Kamis, 23 Juni 2022, 22:09 WIB
Pengertian dan Sejarah Lari Cepat
Lalu Muhammad Zohri (tengah) saat tampil di Olimpiade Tokyo 2020 (Foto: NOC Indonesia)

PENGERTIAN dan sejarah lari cepat sering kali menjadi hal umum yang jarang orang ketahui. Meski terlihat sederhana, olahraga ini menjadi cabang atletik yang punya sejarah dan aturan tersendiri.

Dalam praktiknya, lari cepat sering dikenal dengan lari jarak pendek atau sprint. Pelarinya disebut dengan nama sprinter. Dirangkum dari berbagai sumber, lari cepat dibagi dalam tiga jenis, yakni 100 meter (pendek), 200 meter (menengah) dan 400 meter (jauh). Semua nomor tersebut bisa dilakukan untuk kelas putra dan putri. 

Pelari harus berlari secepat-cepatnya dan tidak diizinkan keluar dari lintasan. Gerak dasar lari cepat adalah lari menggunakan ujung kaki sebagai tumpuan kuat agar mendapat dorongan yang kuat.

Jika melihat dari sejarahnya, lari cepat diperlombakan pertama kali di Olimpiade Kuno di Yunani pada 776 SM. Namun olahraga ini baru dipertandingkan dalam Ompiade Modern pada tahun 1896 di Athena, Yunani.

Sprinter Lalu Muhammad Zohri Sabet Emas di Nomor Lari 200 meter
Sprinter Lalu Muhammad Zohri Sabet Emas di Nomor Lari 200 meter

Lebih lanjut, olahraga lari cepat memiliki kunci utama yang harus dikuasai. Tahap start atau penolakan harus dikuasai oleh pelari. Tahap ini menjadi kunci utama karena penting untuk memerhatikan kecepatan dan fokus diri. 

Untuk memulai lari cepat spinter harus menguasi posisi start yang benar. Setiap nomor umumnya memiliki gaya start yang berbeda. Seperti Start Pendek, Menengah, dan Panjang.

 

RECENT COMMENTS
/ rendering in 0.1379 seconds [13]