Liga Indonesia | Detail

Panpel Persib Bandung Ajukan Pindah Kandang ke Stadion Si Jalak Harupat

Iqbal Kukuh
Minggu, 19 Juni 2022, 21:25 WIB
Panpel Persib Bandung Ajukan Pindah Kandang ke Stadion Si Jalak Harupat
Stadion Si Jalak Harupat direkomendasikan sebagai opsi pengganti Stadion GBLA di Piala Presiden 2022 (Foto: Istimewa)

BANDUNG - Panitia pelaksana (panpel) pertandingan Persib Bandung mengajukan untuk memindahkan venue pertandingan babak penyisihan grup C Piala Presiden 2022 ke Stadion Si Jalak Harupat, Soreang, Kabupaten Bandung. Awalnya semua laga grup C digelar di Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Kota Bandung.

Ketua Panpel Persib Bandung, Budi Bram, mengatakan pengajuan pindahnya venue pertandingan untuk laga Persebaya Surabaya melawan Bali United, Senin (20/6/2022) serta Persib Bandung menghadapi Bhayangkara FC, Selasa (21/6/2022).

"Berdasarkan beberapa pertimbangan dari berbagai pihak jadi ada wacana untuk dipindah ke si Jalak Harupat," katanya di Bandung, Minggu (19/6/2022) malam.

Menurutnya saat ini pihaknya baru memasuki tahap permohonan rekomendasi dan belum mengantongi izin pertandingan di Stadion Si Jalak Harupat. Namun dia berharap proses tersebut dapat berlangsung lancar.

Stadion Si Jalak Harupat (Foto: Istimewa)
Stadion Si Jalak Harupat (Foto: Istimewa)

"Intinya ada proses, kita ikuti hasil dari proses itu," katanya.

Dari info yang dihimpun di lapangan, pihak Polres Bandung baru akan menggelar rapat koordinasi pada Senin (20/6/2022) untuk memutuskan izin pertandingan. Namun demikian salah satu opsi dalam dua pertandingan sisa penyisihan grup C yaitu penonton tidak boleh hadir di stadion buntut meninggalnya dua bobotoh beberapa waktu lalu.

Saat kejadian diketahui panitia hanya menyediakan 15 ribu tiket dari total kapasitas stadion yang mencapai 38 ribu. Namun animo para suporter yang ingin kembali mendukung Persib secara langsung pun tak dapat dibendung sehingga kericuhan sempat terjadi.

Tentu ini menambah catatan buruk penyelenggaraan laga sepak bola di Indonesia. Pasalnya, ini bukan pertama kalinya seorang suporter harus meregang nyawa ketika hendak mendukung tim kesayangannya secara langsung.

Editor : Saliki Dwi Saputra

RECENT COMMENTS
/ rendering in 0.1381 seconds [12]