logo
Netting | Detail

Novak Djokovic Akui Daniil Medvedev Adalah Lawan Terberatnya di ATP Finals 2022

Andhika Khoirul Huda
Selasa, 22 November 2022, 15:30 WIB
Novak Djokovic Akui Daniil Medvedev Adalah Lawan Terberatnya di ATP Finals 2022
Petenis Serbia, Novak Djokovic akui kehebatan Daniil Medvedev di ATP Finals 2022. (FOTO: REUTERS)

TURIN – Petenis Serbia, Novak Djokovic akui kehebatan Daniil Medvedev di ATP Finals 2022. Meski menang, tapi Djokovic akui Medvedev merupakan lawan terberatnya di ATP Finals 2022. 

Djokovic berhasil menjadi juara ATP Finals 2022 setelah mengalahkan Casper Rudd dari Norwegia di partai puncak dengan skor 7-5 dan 6-3. Namun ternyata, bukan itu laga tersulitnya di turnamen yang berlangsung di Pala Alpitour, Turin, Italia, pada pekan lalu tersebut.

Pertandingan terberat menurut Djokovic saat menumbangkan Daniil Medvedev dari Rusia di laga terkahir Red Group pada Jumat, 18 November 2022 lalu. Sebab, dia harus bertarung sengit selama tiga gim yang berakhir dengan skor 6-3, 6-7 (5-7) dan 7-6 (7-2).

Lalu, setelah itu Djokovic tampil di semifinal dalam waktu kurang dari 24 jam yang membuat tenaganya benar-benar terkuras usai menghajar wakil Amerika Serikat, Taylor Fritz dengan skor 7-6 (7-5) dan 7-6 (8-6). Menurutnya, sangat tidak mudah menampilkan performa terbaiknya melawan Fritz usai bertarung dengan Medvedev.

“Saya berjuang keras dalam pertandingan melawan Medvedev. Itu adalah pertandingan terberat pada pekan lalu bagi saya, tidak diragukan lagi,” kata Djokovic dilansir dari Express, Selasa (22/11/2022).

“Tidak mudah untuk pulih dan benar-benar bisa bermain bagus di semifinal dalam waktu kurang dari 24 jam setelah pertandingan yang menegangkan melawan Medvedev itu,” tambahnya.

Saat melawan Medvedev, petenis berusia 35 tahun itu sempat mengalami tremor yang cukup parah. Hal itu jelas membuat orang-orang mengkhawatirkan kesehatannya. Namun, dia menyebut kekuatan mentalnya dapat mengatasinya.

Djokovic pun mengungkapkan kehebatan tim fisioterapisnya membuatnya bisa pulih dengan baik meski sempat tremor sebelumnya. Dia yakin tak ada batas yang menghalangi motivasinya untuk juara karena itu tergantung pola pikir dari petenis itu sendiri.
 

Editor : Coro Mountana

RECENT COMMENTS
/ rendering in 0.1800 seconds [12]