Liga Inggris | Detail

Newcastle United Larang Suporter Kenakan Pakaian Arab Saudi, Apa Alasannya?

Rifqi Herjoko
Kamis, 21 Oktober 2021, 08:05 WIB
Newcastle United Larang Suporter Kenakan Pakaian Arab Saudi, Apa Alasannya?
Newcastle United larang suporter kenakan pakaian Arab Saudi di stadion (FOTO: Reuters/Lee Smith).

NEWCASTLE – Newcastle United melarang suporter untuk mengenakan pakaian bernuansa Arab Saudi saat mendukung di stadion, apa alasannya? Usut punya usut ternyata Newcastle merasa terganggu dengan ulah fansnya yang kompak menggunakan pakaian Arab Saudi.

Newcastle United juga menganggap kenakan pakaian Arab Saudi tidak pantas secara budaya. Selain itu, ada potensi pelanggaran yang terjadi untuk orang lain. Terlebih lagi, aksi itu tak lebih dari sekadar olok-olok dibandingkan dukungan terhadap sang pemilik baru.

Sebagai informasi, Newcastle United baru saja kedatangan pemilik baru. Dia adalah Mohammed Bin Salman. Pengusaha yang juga merupakan Pangeran Arab itu mengakuisisi klub melalui perusahaannya bernama Public Investment Fund (PIF).

Sekilas, akuisisi ini terlihat biasa saja layaknya perpindahan kepemilikan klub lain. Namun, jumlah kekayaan yang dimiliki pengusaha Saudi itu yang mengundang kehebohan.

Pasalnya, pemilik baru Newcastle memiliki kekayaan mencapai 320 miliar poundsterling (Rp 6,1 kuadriliun). Harta yang dimilikinya bahkan berkali-kali lipat lebih besar dari pemilik Manchester City, Sheikh Mansour!

Sejak saat itu, banyak pendukung Newcastle yang menggunakan pakaian Arab saat datang ke stadion. Hal itu diyakini sebagai bentuk terima kasih mereka atas pengambilalihan klub itu. Akan tetapi, pihak klub baru-baru ini mengeluarkan pernyataan yang meminta suporter untuk berhenti melakukan hal tersebut.

"Newcastle United dengan rendah hati meminta para pendukung untuk menahan diri dari mengenakan pakaian tradisional Arab atau penutup kepala yang terinspirasi dari Timur Tengah pada pertandingan jika mereka biasanya tidak mengenakan pakaian seperti itu," kata klub itu dalam sebuah pernyataan dilansir dari Marca, Rabu (20/10/2021).
 
"Masih ada kemungkinan bahwa berpakaian dengan cara ini secara budaya tidak pantas dan berisiko menyinggung orang lain. Semua pengunjung diminta untuk mengenakan (pakaian) apapun yang merupakan cerminan dari budaya atau agama mereka sendiri. Hal itu menunjukkan kelompok multikultural dari para penggemar," tutupnya.
 

Editor : Coro Mountana

RECENT COMMENTS

/ rendering in 0.1534 seconds [12]