MotoGP | Detail

MGPA Buka Suara Soal Pembatalan MotoGP Mandalika 2022

Muammar Yahya Herdana
Senin, 17 Januari 2022, 19:58 WIB
MGPA Buka Suara Soal Pembatalan MotoGP Mandalika 2022
Sirkuit Mandalika jalani proses homologasi FIM pada pekan ini (Foto: Twitter/@bangzul_ntb)

JAKARTA – MotoGP Mandalika 2022 menjadi perbincangan karena dikabarkan terancam dibatalkan karena aturan karantina yang cukup lama. Menanggapi kabar tersebut Wakil Direktur Utama MGPA, Cahyadi Wanda, mengatakan bahwa koordinasi masih terus dilakukan bersama Dorna serta Pemerintah Indonesia.

MotoGP Mandalika akan menjadi seri kedua pada musim 2022. Balapan tersebut direncanakan akan digelar di Sirkuit Internasional Mandalika, pada 18-20 Maret mendatang.

Yang menjadi persoalan adalah jumlah waktu karantina selama dua minggu bagi seluruh pendatang dari luar negeri setelah tiba di Indonesia. Hal tersebut membuat Dorna merasa sangat keberatan.

Namun demikian, Cahyadi menjelaskan bahwa hingga saat ini belum ada informasi resmi dari Dorna terkait batalnya MotoGP Indonesia 2022. Dirinya mengatakan bahwa hingga saat ini komunikasi masih terus dilakukan agar koordinasi berlangsung lancar.

Presiden Jokowi mantau Sirkuit Mandalika
Presiden Jokowi mantau Sirkuit Mandalika

“Sampai saat ini belum ada informasi seperti itu ke kami. Kami berkomunikasi secara rutin dengan Dorna dan proses koordinasi berlangsung dengan sangat baik,” ungkap Cahyani Wanda ketika dihubungi MNC Portal Indonesia, Senin (17/1/2022).

Selain itu, Cahyadi juga menegaskan bahwa saat ini masih belum ada keputusan pasti terkait dicoretnya MotoGP Mandalika dari musim 2022. Namun dirinya memastikan bahwa Dorna tidak pernah menyampaikan bahwa MotoGP Indonesia terancam batal.

“Kami saat ini sedang berkoordinasi dengan pemerintah dan Dorna menunggu hasil keputusan tersebut. Nanti kalau semua sudah selesai kami akan mengeluarkan rilis,” pungkasnya.

“Hingga saat ini kami masih terus berkoordinasi dengan semua pihak. Tapi yg pasti Dorna tidak pernah menyampaikan hal yg selama ini banyak diberitakan,” tukasnya.

Editor : Saliki Dwi Saputra

RECENT COMMENTS
/ rendering in 0.1384 seconds [12]