logo
Liga Inggris | Detail

Menurut Studi, Cristiano Ronaldo dan Harry Maguire Jadi Pemain Paling Sering Dicaci

Muammar Yahya Herdana
Rabu, 03 Agustus 2022, 05:45 WIB
Menurut Studi, Cristiano Ronaldo dan Harry Maguire Jadi Pemain Paling Sering Dicaci
Erik Ten Hag beri isyarat pertahankan Harry Maguire dan Cristiano Ronaldo musim depan (Foto: laman resmi Man United)

LONDON – Duo Manchester United (Man United) Cristiano Ronaldo dan Harry Maguire, menjadi pemain Liga Inggris yang paling sering dicaci di media sosial Twitter. Hal tersebut diungkapkan oleh studi yang dilakukan Alan Turing Institute bekerja sama dengan Ofcom.

Studi tersebut dilakukan pada paruh pertama Liga Inggris musim 2021/2022 lalu. Hasilnya, Ronaldo menjadi pemain yang paling sering dicaci di sosial media Twitter dengan mendapatkan 12.520 cuitan kasar.

Sedangkan di posisi kedua di tempati oleh kapten Man United, Harry Maguire. Bek Timnas Inggris itu memang kerap dicemooh atas penampilannya yang dianggap tidak memuaskan dan mendapat tweet kasar sebanyak 8.954.

Enam pemain Man United lainnya, Marcus Rashford, Bruno Fernandes, Fred, Jesse Lingard, Paul Pogba dan David De Gea, juga masuk ke dalam 10 besar daftar tersebut. Hal itu tak lepas dari kegagalan The Red Devils untuk bersaing di Liga Champions musim depan.

Semenatara itu, striker Tottenham Hotspur, Harry kane, juga masuk ke dalam daftar tersebut setelah gagal kembali menunjukan kemampuan terbaiknya. Dirinya pun berada di urutan kelima dengan total 2.127 tweet kasar.

Selain itu, gelandang Manchester City, Jack Grealish, juga masuk ke dalam daftar tersebut. Hal itu tak lepas dari keputusan Grealish yang  memilih hengkang dari Aston Villa dan bergabung dengan Man City dengan bayaran selangit.

Direktur Ofcom, Kevin Bakhurst, menyebut bahwa hal tersebut merupakan sisi  gelap dari popularitas Liga Inggris. Dirinya pun menegaskan hal tersebut tidak seharusnya didapatkan oleh siapapun.

"Temuan ini menjelaskan sisi gelap dari permainan yang indah,” ungkap Kevin Bakhurst dilansir dari ESPN, Selasa (2/8/2022).

"Pelecehan online tidak memiliki tempat dalam olahraga, atau dalam masyarakat yang lebih luas, dan mengatasinya membutuhkan upaya tim," pungkasnya.

Editor : Furqon Al Fauzi

RECENT COMMENTS
/ rendering in 0.1930 seconds [13]