logo
Bola Lainnya | Detail

Mengenal Klub-Klub di Luar Negeri yang Dimiliki Orang Indonesia

Ajeng Wirachmi
Senin, 01 Agustus 2022, 18:01 WIB
Mengenal Klub-Klub di Luar Negeri yang Dimiliki Orang Indonesia
Erik Thohir pemilik Oxford United (Foto: Instagram)

PENGUSAHA Tanah Air banyak yang mengakuisisi klub-klub bola lokal Indonesia. Sebut saja Raffi Ahmad dan Atta Halilintar yang menghebohkan dengan terjun ke dunia bisnis sepak bola. 

Namun, rupanya tak sedikit pula pengusaha besar Indonesia yang memutuskan mengakuisisi klub sepak bola di luar negeri. Berikut adalah 8 klub asing yang dimiliki orang Indonesia sejauh ini:

Como 1907

Como 1907

Como 1907 merupakan klub asal Italia yang didirikan pada Mei 1907. Melansir laman Como Football, klub ini dibentuk lantaran banyak anak muda yang gemar memainkan sepak bola pada musim semi tahun 1906.

Pada tahun 2019, Como 1907 diakuisisi oleh pengusaha asal Indonesia Michael Bambang Hartono dengan mengatasnamakan PT Djarum. 

Saat ini, Como 1907 berkompetisi di Serie B yang merupakan kasta kedua sepak bola Italia. Usai sahamnya dibeli oleh Djarum, Como 1907 sempat banyak menghadapi permasalahan. Contohnya adalah pengelolaan fasilitas dan infrastruktur stadion yang terbengkalai, bisnis usaha klub, dan pengembangan pemain.

Salah satu klub sepak bola tertua di Inggris Oxford United, resmi berdiri pada tahun 1893. Pada saat itu, klub ini masih bersifat amatir dengan nama Headington. Saham klub Oxford United diakuisisi sebesar 51% oleh pengusaha-pengusaha Indonesia di antaranya Erick Thohir dan Andindya Bakrie pada September 2021. 

Melansir idxchannel, proses pembelian saham itu sudah atas seizin English Football League (EFL). Jauh sebelum mengakuisisi Oxford United, Erick Tohir juga membeli sebagian besar saham DC United pada 2012. 

DC United merupakan sebuah klub sepak bola Amerika Serikat (AS) yang berbasis di Washington DC. Selain itu, Erick Thohir pernah pula memiliki saham klub besar Italai Inter Milan.

Brisbane Roar

Brisbane Roar

Klub lain yang juga dimiliki oleh orang Indonesia adalah Brisbane Roar. Klub asal Australia ini berdiri pada 1957 dengan nama awal Hollandia-Inala, lalu berganti nama menjadi Brisbane Lions, hingga kemudian menjadi Brisbane Roar. 

Mengutip informasi yang ada di laman Okezone, Bakrie Group mengakuisisi 70% saham klub ini pada Oktober 2011. Bakrie Group juga diketahui pernah menguasai saham milik Cercle Sportif Vise atau CS Vise (Belgia) dan Indonesia Futbol SAD (Uruguay).

Tranmere Rovers

Tranmere Rovers

Santini Group, sebuah jaringan bisnis yang dimiliki oleh keluarga Wanandi, mengakuisisi saham milik klub Tranmere Rovers. Diketahui, Tranmere Rovers saat ini bermain di Liga Two (kasta 4) Liga Inggris. 

Namun demikian, tidak diketahui secara pasti berapa jumlah saham yang diambil alih grup Santini. Sesaat setelah Santini Group resmi membeli saham, klub langsung berbenah dengan menguatkan infrastruktur di Stadion Prenton Park dan melakukan pengembangan nilai klub di tingkat internasional.

 

RECENT COMMENTS
/ rendering in 0.1575 seconds [12]