Hobi | Detail

Mengenal Fraktur Stres yang Sering Menimpa Waktu Olahraga

Muammar Yahya Herdana
Jum'at, 04 Juni 2021, 17:21 WIB
Mengenal Fraktur Stres yang Sering Menimpa Waktu Olahraga

MELAKUKAN aktivitas olahraga butuh beberapa langkah demi menghidari cedera, termasuk di dalamnya apa yang disebut fraktur stres, atau strees fracture. Fraktur stres merupakan kondisi tulang retak dalam skala ringan tapi bisa menjadi fatal jika tidak diperhatikan. 

Sederhananya, fraktur stres adalah tulang tidak lagi mampu untuk menahan beban yang didapatkan sehingga membuat penderitanya akan kesulitan menjalankan aktivitasnya, terutama berat. Tekanan pada tulang menjadi faktor utama seseorang menderita fraktur stres. Di Indonesia, fraktur stres sering terjadi.Tercatat lebih dari 150 ribu kasus per tahun. Pada pelari, satu dari enam cedera yang dialami merupakan fraktur stres.

Bahayanya, rasa sakit akibat tulang yang retak terkadang tidak Anda sadari. Biasanya orang yang terkena fraktur stres akan mengalami nyeri di bagian tulang mereka. Rasa sakit tersebut bisa berlangsung dalam waktu cukup lama, dan jika dibiarkan rasa nyeri tersebut bisa saja semakin parah.Pembengkakan dan kemerahan di sekitar area tulang juga dapat menjadi indikasi fraktur stres.

Dalam beberapa kasus, penderita akan merasakan panas di dalam tulang, meskipun hal ini jarang terjadi. Jika merasakan gejala, segeralah pergi ke dokter ortopedi untuk pemeriksaan lebih lanjut sehingga penyebab gejala tersebut dapat diatasi dengan baik dan tepat. Selain itu, perhatikan juga beberapa faktor yang bisa menjadi pemicu fraktur stres. Berikut beberapa faktor yang menjadi pemicu fraktur stres.  

Berlari dan Melompat Berlebihan 

Aktivitas ini dianggap menjadi penyebab utama terjadinya fraktur stres. Area kaki dan tungkai menjadi bagian tubuh yang paling umum terkena fraktur stres. Hal tersebut karena kaki selalu menjadi  bagian yang memiliki tugas paling berat untuk menopang tubuh, apalagi jika pekerjaan berat sering dilakukan.

Asupan Vitamin D 

Vitamin juga berperan memicu terjadinya fraktur stres. Kurangnya vitamin D akan menyebabkan tulang tidak mendapatkan energi yang diperlukan untuk menopang tubuh kita dalam menjalani aktivitas olahraga.

Faktor Usia 

Seiring bertambahnya usia, kemampuan tubuh untuk memberi asupan dan memperbaiki tulang akan semakin berkurang. Oleh karena itu, lansia sangat tidak disarankan untuk melakukan aktivitas yang berat.

Editor : Maruf

RECENT COMMENTS

/ rendering in 0.4386 seconds [13]