Ragam Lainnya | Detail

Mendikbud Ristek Ingin Bibit Atlet Berprestasi Level Dunia Dimulai dari Sekolah

Binti Mufarida
Kamis, 12 Mei 2022, 18:54 WIB
Mendikbud Ristek Ingin Bibit Atlet Berprestasi Level Dunia Dimulai dari Sekolah
Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbud Ristek), Nadiem Makarim (Foto: MPI/Arif Julianto)

JAKARTA - Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbud Ristek), Nadiem Makarim mengatakan pembibitan atlet berprestasi tingkat dunia harus dimulai pada usia muda. Salah satu yang bisa dilakukan adalah dengan pengembangan dari level sekolah.

Hal itu disampaikan Nadiem usai rapat koordinasi pelaksanaan Desain Besar Olahraga Nasional (DBON) di Istana Wakil Presiden, Kamis (12/5/2022). Menurutnya sekolah dapat menjadi wadah dalam menempa pembibitan atlet level dunia.

“Jadi olahraga ini agak spesial dimana benar-benar pembibitan itu harus dilakukan sangat muda untuk kita mencapai prestasi tingkat dunia,” kata Nadiem.

Dia juga mengatakan ada sejumlah aspek dari Kemdikbud Ristek yang akan disiapkan untuk mendapatkan atlet-atlet berprestasi. Pertama, akan membantu menyediakan regulasi sehingga para bakat atlet-atlet muda bisa fokus kepada olahraga dan bakat mereka. Kemudian kedua, kata Nadiem, bagaimana meningkatkan frekuensi dan kualitas daripada kompetisi. 

“Karena tanpa ada kompetisi kita nggak akan bisa memfilter siapa yang punya jiwa perjuangan dalam kompetisi. Mungkin banyak orang punya bakat atau atlet, tapi giliran berkompetisi akhirnya kalah mental gitu. Jadi kita harus berhenti kompetisi itu bagian daripada filtering talent,” paparnya.

“Aspek ketiga adalah sarana prasarana, bagaimana caranya kita membudayakan jiwa olahraga di dalam sekolah-sekolah kita,” katanya.

Keempat, Nadiem menghimbau untuk menyiapkan Sumber Daya Manusia di bidang olahraga. “Guru-guru olahraga kita di sekolah-sekolah kita, apakah mereka mengerti sport science, mengerti nutrisi, mengerti latihan atletik dan lain-lain, jadi itu merupakan satu aspek SDM yang sangat penting.”

“Jadi komitmen kami di Kemendikbud Ristek adalah bagaimana menjadikan sekolah menjadi budaya olahraga dan berkompetisi yang sangat sehat. Tentunya dengan kurikulum baru, kurikulum Merdeka akan jauh lebih fleksibel sehingga bisa mengakomodasi berbagai macam aktivitas, seperti olahraga,” tandasnya.

Editor : Saliki Dwi Saputra

RECENT COMMENTS
/ rendering in 0.1292 seconds [12]