MotoGP | Detail

Lin Jarvis Terkesan dengan Kekuatan Pikiran Fabio Quartararo untuk Juarai MotoGP 2021

Andika Rachmansyah
Senin, 25 Oktober 2021, 08:54 WIB
Lin Jarvis Terkesan dengan Kekuatan Pikiran Fabio Quartararo untuk Juarai MotoGP 2021
Fabio Quartararo merayakan kemenangannya menjadi juara MotoGP 2021 (Foto: REUTERS/Jennifer Lorenzini)

MISANO – Direktur Monster Energy Yamaha, Lin Jarvis, memberikan sanjungannya kepada Fabio Quartararo yang berhasil mengunci gelar juara MotoGP 2021. Bos yamaha itu terkesan dengan kekuatan pikiran yang dimiliki oleh pembalap 22 tahun itu.

Quartararo berhasil membawa gelar juara tersebut untuk Yamaha setelah penantian enam tahun lamanya. Dalam gelaran MotoGP Emilia Romagna pada Minggu (24/10/2021) El Diablo bahkan harus mengawali balapannya dari posisi ke-15 di Sirkuit Misano, Italia.

Meski begitu, El Diablo berhasil finis di posisi keempat. Untungnya lagi, sang rival, Francesco Bagnaia, harus mengalami kecelakaan hingga akhirnya tak dapat mlanjutkan balapan dan Quartararo berhasil mengunci gelar juaranya di musim ini.

Usai balapan, Jarvis memberikan sanjungannya kepada Quartararo. Dia mengaku terkesan dengan kegigihan yang dimiliki oleh pembalapnya itu meskipun mengawali start dari posisi yang sangat tidak menguntungkan.

Terbukti, Quartararo sukses merangsek ke posisi empat. Jarvis menyatakan bahwa El Diablo tidak terbebani dengan tekanan gelar juaranya sepanjang balapan. Dia menambahkan kalau pembalapnya itu bertarung dengan cara yang adil melalui bakat dan tekniknya yang luar biasa.

"Kekuatan pikiran Quartararo benar-benar membuat kami terkesan. Itu membuatnya tidak pernah menyelesaikan balapan lebih jauh dari urutan kedelapan, bahkan pada akhir pekan terberat, kecuali ketika dia mengalami masalah lengan di Jerez. Lagi pula itu pun dia finis ketiga belas” kata Jarvis, dilansir dari Tuttomotoriweb, Senin (25/10/2021).

“Statistik ini berbicara sendiri. Mereka menunjukkan bahwa Fabio tidak meninggalkan kebutuhan yang terlewat, tetapi juga berhasil untuk tidak terbebani oleh tekanan yang dibawa oleh perjuangan untuk gelar juara dunia. Dia bertarung dan mengalahkan lawannya dengan cara yang adil, mengandalkan secara eksklusif pada bakat dan tekniknya,” pungkasnya.

Quartararo sukses mengoleksi 267 poin, sementara Bagnaia hanya mengoleksi 202 poin. Asa Pecco –panggilan Bagnaia- untuk memperkecil selisih poinnya dengan El Diablo harus pupus karena dirinya gagal finis pada balapan di Sirkuit Misano.

Editor : Saliki Dwi Saputra

RECENT COMMENTS

/ rendering in 0.4154 seconds [13]