Liga Spanyol | Detail

Kylian Mbappe Pilih PSG, Presiden Liga Spanyol: Ini Penghinaan bagi Sepak Bola

Andika Rachmansyah
Minggu, 22 Mei 2022, 02:14 WIB
Kylian Mbappe Pilih PSG, Presiden Liga Spanyol: Ini Penghinaan bagi Sepak Bola 
Kylian Mbappe (Foto: PSG)

MADRID – Penyerang Paris Saint-Germain (PSG), Kylian Mbappe, dikabarkan telah menolak tawaran dari Real Madrid karena memilih bertahan di PSG. Situasi itu pun memancing respons negatif dari Presiden Liga Spanyol, Javier Tebas, yang menyebut langkah PSG sebagai penghinaan terhadap dunia sepak bola.

Mbappe saat ini telah dikabarkan akan menetap bersama PSG. Pemain berusia 23 tahun itu kabarnya akan memperpanjang kontraknya selama tiga musim. Sejumlah sumber menyebut kontrak baru Mbappe akan diumumkan sebelum akhir Juni 2022.

Tebas yang mendengar kabar tersebut mengaku cukup kesal. Dia pun tak segan menyebut langkah yang dilakukan oleh PSG adalah bentuk penghinaan dalam dunia sepak bola.

Maklum saja, sebelum Mbappe dikabarkan akan bergabung dengan Real Madrid. Bahkan Los Blancos sudah memberikan harga tinggi untuk memboyong pemain 22 tahun itu ke Spanyol.

Presiden La Liga, Javier Tebas, kerap mengumbar pernyataan kontroversial (Foto: Reuters/Susana Vera)
Presiden La Liga, Javier Tebas, kerap mengumbar pernyataan kontroversial (Foto: Reuters/Susana Vera)

Namun pada prosesnya PSG tak getar untuk mempertahankan pemain andalannya tersebut. Bahkan Les Parisiens ikut memberikan tawaran kontrak baru yang sama seperti penawarn dari Real Madrid.

Tebas pun angkat bicara dengan situasi tersebut. Dia mengaku heran dengan biaya yang didapat tim asal Prancis tersebut. Pasalnya, PSG sempat mengatakan kalau sedang rugi.

Alih-alih tekor, PSG justru bisa menggelontorkan dana fantastis untuk membuat transfer Mbappe ke Real Madrid gagal. Tebas bahkan menilai kalau hal tersebut adalah penghinaan terhadap dunia sepak bola.

“Apa yang dilakukan PSG dengan memperbarui kontrak Mbappe dengan sejumlah besar uang (siapa yang tahu di mana dan bagaimana itu akan dibayarkan) setelah mengumumkan kerugian 700 juta euro dalam beberapa musim terakhir dan memiliki beban gaji 600 juta euro adalah penghinaan terhadap sepak bola,” kata Tebas, dikutip dari Metro, Minggu (22/5/2022).

 

RECENT COMMENTS
/ rendering in 0.1319 seconds [12]