logo
Ragam Lainnya | Detail

Komunikasi Jadi Kunci Kemenangan Tim Estafet Universal Indonesia di ASEAN Para Games 2022

Andika Rachmansyah
Jum'at, 05 Agustus 2022, 15:50 WIB
Komunikasi Jadi Kunci Kemenangan Tim Estafet Universal Indonesia di ASEAN Para Games 2022
Sapto Yogo Purnomo (kiri) dan Nanda Mei Sholihah (kanan) membawa tim estafet universal Indonesia meraih medali emas ASEAN Para Games 2022 (Foto: MPI/Andika Rachmansyah)

SOLO - Tim estafet universal Indonesia berhasil menyabet medali emas sekaligus memecahkan rekor tim di ASEAN Para Games 2022. Jaenal Aripin yang turut ambil bagian dalam tim mengatakan bahwa kunci kesukaesan timnya adalah komunikasi.

Tampil di Stadion Manahan, Jumat (5/8/2022) tim estafet universal Indonesia hanya berhadapan dengan Thailand. Adapun empat pelari yang turun secara berurutan yaitu Susan Ungu, Nanda Mei Sholihah, Sapto Yogo Purnomo dan Jaenal. Pada nomor ini memang menurunkan pelari yang berbeda dari tiap kelasnya.

Keempat pelari itu tampil apik hingga berhasil kalahkan tim universal Thailand. Tak hanya dipastikan meraih medali emas, mereka juga sukses pecahkan rekor tim. Dari yang sebelumnya 50 detik, kini tim estafet universal memperbaiki catatan waktu itu menjadi 47 detik.

Setelah tampil, Jaenal mengungkapkan bahwa komunikasi menjadi kunci penting dari hasil manis yang didapat tim estafet universal Indonesia. Dia selaku senior di timnya juga membeberkan wejangan yang diberikan kepada para juniornya sebelum lomba.

"Sebagai senior ya saya bilang intinya komunikasi harus baik. Kita tuh harus kompak karena kita satu tim kerja bareng. Kita sama-sama berjuang untuk bisa kibarkan bendera Merah Putih," kata Jaenal kepada awak media termasuk MNC Portal Indonesia, Jumat (5/8/2022).

"Intinya kita saling komunikasi karena pada estafet itu disamping kita harus tampil full-fullan, juga harus kontrol jangan sampai ada kesalahan yang mengakibatkan diskualifikasi pas start pergantian pelari," sambungya.

Sekdar informasi, tim estafet universal Indonesia saat ini alami perubahan formasi. Tidak seperti di Asian Para Games 2018. Adapun pergantian terjadi pada pelari pertama dan kedua. Jika pelari pertama saat itu adalah Putri Aulia, saat ini diganti dengan Susan dan Nanda yang merupakan pelari kedua menggantikan posisi Kharisma Evi.


 

Editor : Admiraldy Eka Saputra

RECENT COMMENTS
/ rendering in 0.1695 seconds [13]