Liga Indonesia | Detail

Komdis PSSI Sebut Efek Pandemi Melatarbelakangi Terjadinya Skandal Pengaturan Skor

Tino Satrio
Jum'at, 19 November 2021, 02:40 WIB
Komdis PSSI Sebut Efek Pandemi Melatarbelakangi Terjadinya Skandal Pengaturan Skor
Ketua Komdis PSSI Erwin Tobing (Foto: Tino Satrio/MPI)

JAKARTA - Ketua Komite Disiplin (Komdis) PSSI Erwin Tobing, menduga kasus pengaturan skor di Liga 3 dipicu kesusahan finansial akibatĀ pandemi Covid-19. Maka dari itu, ia berharap semua klub bisa mensejahterakan para pemainnya.

Seperti belakangan ini, pengaturan skor masih ramai dibicarakan. Mulai dari pengakuan wasit Liga 1 di acara televisi, hingga pertandingan tim Liga 3 Jatim Gestra Paranane saat melawan Persema Malang dan NZR Sumbersari.

Atas kejadian itu, Ketua Komdis menyimpulkan bahwa kejadian tersebut di latar belakangi masalah ekonomi. Tentunya karena situasi pandemi Covid-19 yang membuat pemasukkan setiap individu tidak stabil.

"Dalam beberapa kasus yang saya tangani ini memang ada dampak-dampak covid. Hal itu juga memengaruhi persebaran sepak bola kita yang sudah lama tidak main," kata Erwin dalam konferensi pers di Kantor PSSI, Kamis (18/11/2021).

"Sudah lama tidak main, akhirnya banyak pemain nganggur, banyak pelatih nganggur, banyak wasit nganggur, dan jadi seperti ini," ia menambahkan.

Untuk mengatasinya, Erwin berharap semua klub bisa lebih mensejahterakan mulai dari pelatih, pemain hingga ofisial yang terlibat. Dengan begitu, para pemain mungkin tak akan lagi tergoda untuk terlibat dalam pengaturan skor.

"Kalau tidak memperhatikan kesejahteraan, ya ini bahaya bisa dipengaruhi orang,"Erwin menambahkan.

Lebih lanjut, Erwin benar-benar tak pandang bulu jika kejadian seperti ini terjadi lagi. Semua manajemen atau pemain yang terlibat akan langsung ditindak bersama kepolisian yang sudah resmi menjalin Sosial Kerja Sama dengan PSSI.

"Kita akan menindak tegas siapapun itu pemain, atau mungkin terlibat manajemen atau yang lainnya kita akan bekerja sama dengan polisi sesuai dengan kerja sama yang kemarin," tutupnya.

Editor : Furqon Al Fauzi

RECENT COMMENTS

/ rendering in 2.3001 seconds [12]