logo
Ragam Lainnya | Detail

Kisah Usain Bolt: Manusia Tercepat di Bumi dari Jamaika

Wikku D. Nugroho
Rabu, 28 Desember 2022, 11:05 WIB
Kisah Usain Bolt: Manusia Tercepat di Bumi dari Jamaika
Usain Bolt saat masih menjadi raja di nomor lari jarak dekat (Foto: athleticsweekly)

JAKARTA- Kisah Usain Bolt menarik untuk diulas kali ini. Atlet lari jarak pendek asal Jamaika ini menjadi pusat perhatian banyak orang. Usain Bolt berhasil menyabet medali emas di nomor sprint 100 meter pada tiga edisi Olimpiade yakni 2008, 2012 dan 2016. 

Pada edisi 2016, pelari asal Jamaika ini sukses mencatatkan waktu 9,81 detik. Catatan itu mengulangi kesuksesan yang diraih pada Olimpiade edisi 2008 dan 2012. Selain itu, dua pelari lainnya meraih medali perak dan perunggu yakni Justin Gatlin dan Andre de Grasse. 

Seperti apa kisah Usain Bolt? Penasaran? Berikut ini Sportstars.id akan berikan ulasan lengkapnya; 

Usain Bolt (Sumber: Instagram)

Kisah Usain Bolt

Atlet lari jarak pendek satu ini bernama lengkap Usain St Leo Bolt. Dia dilahirkan di Sherwood Content, Jamaika pada 21 Agustus 1986. Usain Bolt merupakan anak dari pasangan Wellesly dan Jennifer Bolt. Diketahui jika kedua orang tuanya memiliki toko kelontong lokal. 

Bakat berlarinya telah diketahui sejak ia bersekolah di Waldensia Primary School. Guru dari Usain Bolt menyarankan agar siswanya tersebut bergabung ke tim atletik di sekolahnya. 

Tidak disangka, Usain Bolt mampu menjadi mengalahkan teman-temannya di kompetisi berlari yang diselenggarakan sekolahnya. Pada usia 15 tahun, ia pun mengikuti kompetisi berlari di Kejuaraan Dunia Junior 2002 di Stadion Nasional Jamaika, Kingston. 

Pada usianya mudanya, ia mampu meraih medali emas di nomor 200 meter dan mampu mencetak rekor lari untuk jarak tersebut. Pada jarak 200 meter, ia mampu mencatatkan waktu di angka 20,13 detik. 

Di bawah bimbingan pelatih baru Fitz Coleman, Usai Bolt yang masih berusia 17 tahun sudah mampu mencatatkan waktu 19,93 detik untuk lari jarak 200 meter. Catatan itu membuat ia menjadi atlet remaja pertama yang mampu berlari dengan jarak 200 meter kurang dari 20 detik. 

Kariernya tidak selamanya mulus, Usain Bolt pernah mengalami cedera urat lutut. Namun hal itu tidak membuat ia harus absen dari gelaran Olimpiade pada edisi 2004 di Athena, Yunani. 

Namun sayang, di Olimpiade debutnya itu ia harus tereliminasi di ronde pertama nomor lari 200 meter lantaran hanya mampu mencatatkan waktu 21,05 detik. Kegagalan itu dijadikan sebagai pembelajaran untuk bisa tampil apik di Olimpiade Beijing 2008. 

Di Olimpiade edisi keduanya itu, Usain Bolt ia mampu mencatatkan waktu di kategori 100 meter dalam 9,69 detik. Lalu nomor 200 meter dalam 19,30 detik dan lari estafet 4x100 meter dalam 37,10 detik.

Dirinya mampu meraih medali emas di nomor 100 meter dan 200 meter. Akan tetapi, medali emas di nomor lari estafet 4x100 meter harus dicabut lantaran rekan setimnya, Nesta Carter terbukti mengkonsumsi doping. 

Kesuksesannya itu mampu ia ulangi di Olimpiade London 2012. Di edisi tersebut ia mencatatkan waktu 9,63 detik di kategori lari 100 meter dan 19,32 detik di nomor 200 meter. Tidak hanya itu, ia juga meraih medali emas di nomor lari estafet 4x100 meter. 

Lagi dan lagi, Usain Bolt kembali mampu meraih medali emas di nomor 100 meter dan 200 meter dan estafet 4x100 meter pada Olimpiade Rio 2016. Pada akhirnya, sprinter asal Jamaika itu memutuskan untuk pensiun di usia 31 tahun lantaran cedera parah yang ia alami. 

Seusai pensiun, Usain Bolt pernah menjajal trial bersama klub sepak bola, Manchester United. Dirinya kini juga sibuk menjadi brand ambassador berbagai produk ternama dan mendukung berbagai acara olahraga dunia. 

Demikian ulasan mengenai kisah Usain Bolt. Semoga informasi ini bermanfaat bagi para pembaca setia Sportstars.id dimanapun berada. 


 

Editor : Hafid Fuad

Follow Berita Sportstars di Google News

RECENT COMMENTS


/ rendering in 0.1753 seconds [13]