logo
Bola Lainnya | Detail

Kisah Pemain Bola yang Tampil di 3 Final Piala Dunia Berturut-Turut, Hanya Satu di Dunia

Okta Novanto
Jum'at, 23 September 2022, 14:37 WIB
Kisah Pemain Bola yang Tampil di 3 Final Piala Dunia Berturut-Turut, Hanya Satu di Dunia
Legenda Piala Dunia asal Brasil, Cafu, mengangkat trofi (Sumber: Instagram).

JAKARTA - Kisah pemain bola yang tampil di 3 final Piala Dunia berturut-turut pastilah jadi pusat perhatian penggila bola seantero dunia. Piala Dunia merupakan ajang paling akbar dalam sepak bola karena diikuti 32 negara terbaik yang telah diseleksi dalam tahap kualifikasi.

Perhelatan ini berlangsung sebanyak empat tahun sekali, sehingga tak heran jika ajangnya dinanti oleh miliaran pasang mata. Sepanjang Piala Dunia digelar, sudah banyak cetakan sejarah yang megah nan unik dalam arsipnya. 

Salah satunya yaitu capaian Cafu yang mampu menembus Final Piala Dunia sebanyak tiga kali dan meraih juara dua kali.

Lalu bagaimanakah kisah pemain bola yang tampil di 3 final piala dunia berturut-turut? Berikut informasinya telah Sportstars.id rangkum dari berbagai sumber;

Cafu (Sumber: Instagram)

Kisah Pemain Bola yang Tampil di 3 Final Piala Dunia Berturut-Turut

Marcos Evangelista de Moraes merupakan nama lengkap pesepak bola spektakuler yang kerap disapa Cafu. Ia berhasil mencatatkan sejarah dengan bermain di laga puncak Piala Dunia 1994, 1998, dan 2002.

Sebelum dirinya, sejumlah pemain pernah tampil di dua final Piala Dunia. Banyak dari mereka–terutama dari tim Italia tahun 1930-an dan tim-tim hebat Brasil telah mengangkat trofi dua kali.

Tak lain tak bukan, Pele pun termasuk yang mengalami juara Piala Dunia dalam dua edisi 1958 dan 1962. Namun hal gila telah dialami Cafu karena berhasil melampaui pemain legenda besar sepak bola itu.

Final Piala Dunia pertamanya terjadi pada 17 Juli 1994. Bek sayap agresif itu masuk skuad Brasil di Piala Dunia AS setelah membantu Sao Paulo meraih Copa Libertadores dan Piala Interkontinental berturut-turut.

Cafu juga dinobatkan sebagai sebagai Pemain Terbaik Amerika Selatan 1994. Namun yang mengherankan, ia tidak menjadi starter dalam final di Rose Bowl.

Kejadian Jorginho cedera pada menit ke-21 menjadikannya tampil sebagai pemain supersub yang abdal. Selain membantu Brasil menjaga clean sheet, dia berkontribusi membawa negaranya mengalahkan Italia 3-2 melalui adu penalti.

Berlanjut pada tahun 1998, meskin Brasil sanggup menembus ke babak final namun sayang harus bertekuk lutut dihadapan tuan rumah yang tampil sangat baik.

Cafu beserta teman-temannya berhasil dikalahkan dengan skor yang menyedihkan yaitu 3-0. Hal tersebut banyak menganggap Brasil bermain kurang baik, tapi bagi Cafu, Prancis lah yang bermain sangat baik.

Kisah berlanjut pada Piala Dunia pada tanggal 30 Juni 2002, hanya beberapa minggu setelah ulang tahunnya yang ke-32, Sang kapten Cafu memimpin timnya di final melawan Jerman.

Cafu berhasil memimpin pertandingan dengan sangat baik, ia membuat lini bertahan Brasil menjadi sangat kokoh. Sedangkan lini serang Brasil sangat buas saat itu sehingga Der Panzer harus rela gawangnya dihantam sebanyak dua kali.

Pemain dengan 143 caps ini rupanya tidak terhenti sampai di situ, Cafu kembali bermain bahkan masih dipercaya menjadi kapten tim di Piala Dunia 2006.

Namun kali ini tidak berjalan mulus seperti sebelumnya, ia harus rela memendam harapannya setelah dilibas pada perempat final. Meski begitu Cafu tidak terlalu kecewa karena ia menyadari statistik Brasil saat itu tidak sekuat negara besar lainnya.

Setidaknya dengan torehan-torehan tersebut, Cafu menjadi tokoh Piala Dunia yang sulit untuk dilupakan.

Pesepak bola yang gantung sepatu pada 2009 ini mengatakan bahwa pemain yang sanggup bermain dalam empat edisi Piala Dunia adalah luar biasa, tetapi pemain yang sanggup mencapai tiga final Piala Dunia berturut-turut sangat tidak biasa.

Demikian informasi mengenai kisah pemain bola yang tampil 3 di 3 final piala dunia berturut-turut, semoga dapat menambah wawasan bagi pembaca setia Sportstars.id .


 

Editor : Hafid Fuad

RECENT COMMENTS
/ rendering in 0.1600 seconds [12]