Sportainment | Detail

Kisah Inspiratif Romelu Lukaku: Dulu Tinggal di Penampungan, Kini Bergaji Rp5,5 Miliar Per Pekan

Rifqi Herjoko
Sabtu, 14 Agustus 2021, 10:49 WIB
Kisah Inspiratif Romelu Lukaku: Dulu Tinggal di Penampungan, Kini Bergaji Rp5,5 Miliar Per Pekan
Romelu Lukaku. (Foto: Instagram @romelulukaku)

LONDONRomelu Lukaku, akhirnya kembali bergabung ke Chelsea. Sosok berusia 28 tahun itu resmi diperkenalkan klub pada Jumat (13/8/2021) dini hari WIB. Itu merupakan kedua kalinya dia berseragam biru khas London Barat.

Sosok berpostur 191 cm itu diikat dengan nilai transfer fantastis, yakni sebesar 97 juta poundsterling (Rp 1,9 triliun). Nilai tersebut menjadikannya pemain termahal sepanjang sejarah klub London Barat itu.

Namun demikian, banyak yang belum mengetahui Lukaku memiliki kisah kelam ketika dia beranjak dewasa.

Lukaku telah menempuh perjalanan panjang saat tumbuh dewasa di Antwerpen, Belgia. Ayahnya dijatuhi hukuman 15 bulan penjara karena menyerang seorang wanita dan menyekapnya di bagasi mobilnya. Karena kejadian tersebut, keluarga sang pemain terpaksa tinggal di penampungan sosial.

Sang ayah pun terpaksa pensiun sebagai pesepak bola profesional. Keluarganya lantas bangkrut. Namun, Ibu sang pemain, Adolphine, tidak ingin menyerah begitu saja dan memutuskan bekerja sebagai cleaning service untuk memenuhi kebutuhan keluarga.

Romelu Lukaku bersama ibunya, Adolphine. (Foto: The Sun)
Romelu Lukaku bersama ibunya, Adolphine. (Foto: The Sun)

Lukaku masih ingat rasanya tinggal di panti sosial tersebut. Keluarganya menetap di sana dengan kondisi tanpa listrik dan tidur di lantai.

"Ketika ayah saya berhenti bermain, kami mengalami krisis finansial. Orang-orang meninggalkan kami untuk berjuang sendiri, dan saya selalu mengingatnya," kata Lukaku dilansir dari The Sun, Sabtu (14/8/2021).

"Semuanya berubah bagi kami dalam dua bulan. Saya ingat semuanya. Saya berusia lima atau enam tahun dan baru saja mulai bermain sepak bola. Kemudian ayah saya pensiun,” ujarnya.

"Kami tidak punya TV atau bahkan listrik di rumah. Kami kemudian diusir dari flat kami. Kami pindah ke Antwerpen. Pada awalnya kami bahkan tidak memiliki tirai di jendela. Kami tidur di lantai. Ibu saya, saudara laki-laki saya Jordan dan saya berada di lantai atas dan ayah saya di lantai dasar,” tuturnya lagi.

Kejadian itu cukup mengganggu karier sepak bola yang berusaha dibangunnya. Dia bahkan sempat berhenti bermain bola karena sang ayah tidak bisa mengantar latihan.

Seiring berjalannya waktu, ibunya mulai sakit-sakitan. Sang Ibu terkena diabetes parah. Lukaku pun sempat berjanji dia akan bermain di klub Belgia, Anderlecht, untuk meringankan beban keluarganya.

Pada akhirnya, segala usaha keras yang dilakukan sang pemain membuahkan hasil. Sosok berusia 28 tahun itu tidak hanya bermain di Anderlecht, tapi juga klub-klub top Eropa.

Kabarnya, Chelsea memberinya gaji fantastis sebesar 325.000 poundsterling (Rp5,5 miliar) per pekan. Uang sebanyak itu kini lebih dari cukup untuk membantu keluarganya sehari-hari.

Editor : Abdul Haris

RECENT COMMENTS

/ rendering in 0.4011 seconds [13]