Sportainment | Detail

Kisah Inspiratif Franck Ribery, Anti Minuman Keras sejak Jadi Mualaf

Andika Pratama
Selasa, 31 Agustus 2021, 12:39 WIB
Kisah Inspiratif Franck Ribery, Anti Minuman Keras sejak Jadi Mualaf
Franck Ribery. (Foto: DW)

PERJALANAN hidup Franck Ribery penuh dengan kisah inspiratif. Sejak memutuskan jadi mualaf, dia langsung menjadi muslim yang taat dan meninggalkan minuman keras beralkohol atau bir. 

Bahkan saat timnya menang dan merayakan dengan minum minuman beralkhol, pemilik nama lengkap Franck Henry Pierre Ribery itu lebih memilih menolaknya.

Ya, kondisi itu sering tersorot saat Ribery masih berkostum Bayern Munchen pada 2007-2019. Dalam periode itu, Die Roten sering merayakan gelar juara Liga Jerman dengan sampanye yang merupakan minuman beralkohol.

Meski Ribery menjauh, tetap saja ada rekan-rekannya yang iseng menjahilinya. Seperti saat merayakan juara Liga Jerman 2012-2013. Kala itu, Ribery diguyur segelas besar sampanye oleh rekan setimnya, Jerome Boateng. Beberapa pemain Bayern lainnya juga melakukan hal serupa kepadanya.

Franck Ribery (kiri) diguyur segelas besar sampanye oleh Jerome Boateng saat Bayern Munchen merayakan juara Liga Jerman 2012-2013. (Foto: Daily Express)
Franck Ribery (kiri) diguyur segelas besar sampanye oleh Jerome Boateng saat Bayern Munchen merayakan juara Liga Jerman 2012-2013. (Foto: Daily Express)

Setelah kejadian, Ribery tak bisa menutupi kemarahannya. Pemain kelahiran 7 April 1983 itu langsung mengatakan kepada rekan-rekannya itu jika dia seorang Muslim yang taat dan minuman beralkohol diharamkan oleh agamanya.

Ada juga kejadian serupa saat perayaan Oktoberfest di Jerman pada 2014 dan 2018. Saat itu Ribery menolak untuk memegang gelas berisi bir saat para pemain Bayern lainnya melakukan hal itu. Dia berpegang teguh pada ajaran Islam.

 

RECENT COMMENTS

/ rendering in 0.4226 seconds [13]