logo
Tim Nasional | Detail

Kisah Aditya Arya, Kiper yang Bawa Timnas Indonesia U-19 Lolos Piala Asia U-20

Avirista Midaada
Kamis, 22 September 2022, 12:22 WIB
Kisah Aditya Arya, Kiper yang Bawa Timnas Indonesia U-19 Lolos Piala Asia U-20
Aditya Arya bercerita kepada tim MNC Portal Indonesia soal karier sepak bolanya hingga membawa Timnas Indonesia U-19 lolos ke Piala Asia U-20 2023 (Foto: MPI/Avirista Midaada)

MALANG - Aditya Arya tidak bisa dilepaskan dari keberhasilan Timnas Indonesia U-19 lolos ke Piala Asia U-20 2023. Pria kelahiran Malang, Jawa Timur, ini dipercaya tampil dalam dua pertandingan terakhir seiring cedera yang menimpa penjaga gawang utama Cahya Supriadi. 

Penampilan pertama dicatatkan Arya saat tampil di laga kedua Grup F Kualifikasi Piala Asia U-20 2022, Jumat (16/9/2022) malam WIB. Dia menggantikan Cahya yang mengalami cedera usai berbenturan dengan rekan setim pada laga kontra Timnas Hong Kong U-19 di Stadion Gelora Bung Tomo (Stadion GBT), Surabaya, Jawa Timur.

Pria asal Desa Sumberpasir, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang, itu kembali dipercaya Shin Tae-yong menjadi kiper utama di laga penentuan melawan Timnas Vietnam U-19, Minggu (18/9/2022) malam WIB. Aditya sukses membawa Timnas Indonesia U-19 melaju ke putaran final Piala Asia U-20 2023. 

Ditemui di rumahnya, Aditya mengaku tak ingin menyia-nyiakan kesempatan ketika Cahya mengalami cedera. Penjaga gawang yang memperkuat Persebaya Surabaya ini pun berhasil menggagalkan beberapa peluang yang didapat lawan.

Di balik ceritanya mengantarkan Garuda Nusantara ke Piala Asia, Aditya ternyata awalnya tak menempati posisi sebagai penjaga gawang semasa kecil. Kiper bertinggi badan 183 sentimeter (cm) itu malah berperan sebagai stopper saat di SSB.

Aditya Arya bercerita kepada tim MNC Portal Indonesia, di rumahnya yang berada di Malang (Foto: MPI/Avirista Midaada)
Aditya Arya bercerita kepada tim MNC Portal Indonesia, di rumahnya yang berada di Malang (Foto: MPI/Avirista Midaada)

“Dulu waktu di SSB (sekolah sepak bola), saya itu jadi pemain biasa, jadi stopper saat itu,” ucap Aditya saat ditemui di rumahnya, Kamis (22/9/2022).

Kariernya sebagai pesepak bola muda pun tak tergolong mulus. Dia harus bersaing dengan banyak anak muda lainnya untuk menjalani seleksi pendidikan di sebuah SSB di Malang. 

“Kalau dulu aku waktu SD itu ikut di Tumpang FC, ya saat itu saya masih main jadi stopper, lalu pindah ke Porma FC yang di Velodrome (Sawojajar) seingat saya SMP,” kata anak pasangan Imanulah dan Ratih Yufiningrat itu.

Beberapa kali pindah sekolah sepak bola, bakatnya justru terpantau oleh seorang pelatih. Dari sanalah, Aditya berubah posisi dari stopper menjadi penjaga gawang. Hal itu ditunjang dengan postur tubuhnya yang jangkung.

“Ya awalnya disuruh jadi kiper itu coba-coba, tapi ternyata kok nyaman, dan sampai sekarang Alhamdulillah jodohnya di posisi kiper,” beber Aditya. 

Bakat Aditya justru semakin terasah sebagai kiper. Dia sempat direkomendasikan oleh seorang pemandu bakat sepak bola untuk masuk di Aji Santoso International Football Academy (ASIFA).

 

RECENT COMMENTS
/ rendering in 0.1635 seconds [12]