logo
Liga Indonesia | Detail

Kericuhan Suporter Warnai Laga Bekasi City Vs PSIM Yogyakarta di Liga 2 2022-2023

Ilham Sigit Pratama
Senin, 19 September 2022, 21:01 WIB
Kericuhan Suporter Warnai Laga Bekasi City Vs PSIM Yogyakarta di Liga 2 2022-2023
Suporter FC Bekasi City terlibat keributan dengan pendukung PSIM Yogyakarta di Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi, Senin (19/9/2022) malam WIB (Foto: Twitter/@mikhahotasi)

BEKASI - Kericuhan suporter kembali terjadi dalam laga lanjutan Liga 2 2022-2023 yang mempertemukan tuan rumah FC Bekasi City vs PSIM Yogyakarta. Duel tersebut dimenangi tuan rumah dengan skor 3-0 di Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi, Senin (19/9/2022) sore WIB.

Suporter PSIM Yogyakarta yang hadir di stadion pun kesal lantaran tim kesayangannya kembali gagal meraih hasil positif. Bagaimana tidak, tim berjuluk Laskar Mataram itu belum pernah menang dan terbenam di peringkat sembilan klasemen sementara Grup Tengah Liga 2 2022-2023.

Dari empat laga, PSIM sudah mengoleksi tiga hasil imbang dan satu kekalahan. Hal itu menyebabkan Brajamusti yang hadir di Stadion Patriot Candrabhaga naik pitam.

Pihak Kepolisian menyemprotkan water cannon untuk meredakan keributan pada laga FC Bekasi City vs PSIM Yogyakarta (Foto: Twitter/@mikhahotasi)
Pihak Kepolisian menyemprotkan water cannon untuk meredakan keributan pada laga FC Bekasi City vs PSIM Yogyakarta (Foto: Twitter/@mikhahotasi)

Kekesalan Brajamusti justru menyulut emosi suporter FC Bekasi City yang didominasi kalangan pelajar di babak kedua. Bahkan, kedua kelompok suporter kemudian saling melempar keramik.

Dari video yang beredar di media sosial, pihak kepolisian tampak kewalahan menertibkan kedua suporter. Polisi bahkan sampai harus menyemprotkan water cannon untuk meredam amuk suporter.

Kerusuhan tidak hanya berlangsung sampai di situ. Aksi saling lempar kedua suporter juga terjadi di parkiran stadion hingga ke Jalan Ahmad Yani, Kota Bekasi, Jawa Barat.

Kedua suporter saling melempar benda-benda seperti batu dan helm. Kemacetan di Jalan Ahmad Yani yang sehari-hari sudah padat, malah bertambah akibat insiden tersebut.

Editor : Wikanto Arungbudoyo

RECENT COMMENTS
/ rendering in 0.1653 seconds [12]