Netting | Detail

Kento Momota Akui Kelelahan Jadi Faktor yang Membuatnya Gugur di Indonesia Open 2021

Andhika Khoirul Huda
Jum'at, 26 November 2021, 05:35 WIB
Kento Momota Akui Kelelahan Jadi Faktor yang Membuatnya Gugur di Indonesia Open 2021
Pebulu Tangkis Tunggal Putra Jepang, Kento Momota (Foto: Badminton Photo)

NUSA DUA – Tunggal putra nomor satu dunia, Kento Momota, gugur di babak 16 besar Indonesia Open 2021 usai dikalahkan wakil Singapura, Loh Kean Yew. Menanggapi hal ini, Momota mengakui bahwa dirinya kelelahan setelah menjalani rangkaian turnamen yang panjang.

Bermain di Bali International Convention Center, Kamis (25/11/2021), Momota sangat keteteran di set pertama. Dia terlihat tidak dalam kondisi terbaiknya sehingga kalah jauh dengan skor 7-21.

Memasuki set kedua, pemain berpaspor Jepang itu berhasil bangkit. Dia memberikan perlawanan sengit dan mengunci kemenangan dengan skor 21-17.

Kendati bersaing sengit di set penentuan, Momota harus mengakui keunggulan Loh. Pada poin terakhir, dia langsung tersungkur lemas di lapangan usai gagal menyambar bola di depan net. Alhasil, pertandingan pun ditutup dengan skor 21-19 untuk kemenangan Loh.

Usai pertandingan, Momota mengaku sudah kelelahan sejak awal pertandingan. Namun, dia tidak mau menyerah begitu saja sehingga memberikan perlawanan di set kedua.

“Saya sangat lelah. Saya kehilangan fokus pada pertandingan. Saya membuat keputusan untuk terus bermain karena saya tidak ingin kalah. Itu sebabnya saya melakukan perlawanan seperti itu di set kedua,” kata Momota usai pertandingan, Kamis (25/11/2021).

“Di set kedua, saya tidak mencoba sesuatu yang baru atau berbeda, saya hanya mencoba memainkan permainan saya. Saya tidak ingin mengulang pertandingan itu lagi. Saya hanya ingin istirahat sekarang," pungkasnya.

Dengan hasil tersebut, Momota gagal mengulangi pencapaian apiknya di Indonesia Masters 2021 di mana dia keluar sebagai juara. Sementara Loh, melangkah ke perempat final Indonesia Open 2021 untuk berhadapan dengan Hans-Kristian Vittinghus asal Denmark.

Editor : Hendry Kurniawan

RECENT COMMENTS

/ rendering in 0.9755 seconds [12]