logo
Ragam Lainnya | Detail

Kartini, Mantan Pekerja Pabrik yang Kini Jadi Content Creator Sukses

Fitri Dwi Astuti
Rabu, 09 November 2022, 08:03 WIB
Kartini, Mantan Pekerja Pabrik yang Kini Jadi <i>Content Creator</i> Sukses
Kisah inspiratif Kartini, mantan buruh pabrik yang kini punya penghasilan puluhan kali lipat. (Foto: Istimewa)

Sportstars.id-Kartini, anak tukang becak dari Banjarnegara, Jawa Tengah, telah membuktikan pepatah ’proses memang tidak pernah mengkhianati hasil’. Berkat kreativitas dan ketekunannya membuat konten, kini ia sukses memiliki penghasilan berkali lipat dari gaji pekerja pabrik.


Video-video kreasinya ditonton jutaan orang hingga ia pun berhasil mewujudkan mimpinya membiayai renovasi rumah orang tuanya dari hasil jerih payahnya sendiri.
Semuanya bermula ketika Kartini merasa iba melihat ayahnya yang berprofesi sebagai tukang becak dan ibunya yang seorang penjahit. Meski sudah berumur, keduanya masih harus membanting tulang untuk menghidupi keluarga.


Ditambah lagi, Kartini sering merasa sedih karena rumahnya hanya terbuat dari kayu dan anyaman bambu. Alasnya pun hanyalah tanah yang dilapisi terpal lantai. Kala itu, ia jadi suka bermain ke rumah teman-temannya untuk sekadar duduk dan tiduran karena rumah mereka beralaskan keramik.


 

Kartini bersama keluarga di rumah sebelum direnovasi (Foto: Istimewa)

Kartini bersama keluarga di rumah sebelum direnovasi (Foto: Istimewa)

Dari situ, ia berharap agar suatu hari nanti, setidaknya rumah keluarganya bisa ditembok dan diberi keramik. Jadi, mereka sekeluarga bisa lebih nyaman ketika istirahat di rumah.
Lantas, ketika Kartini berusia 19 tahun, ia memantapkan tekadnya untuk mencoba peruntungan di Jakarta dan mendapatkan pekerjaan sebagai buruh pabrik kesehatan wanita.


Namun, tantangan dan rintangan ternyata sudah menunggu Kartini di Jakarta. Ia harus bertahan di situasi kerja yang asing dan kurang nyaman karena diharuskan melakukan pekerjaan yang cukup berat. Upah yang ia dapatkan pun hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.


Tak berhenti sampai situ, karena upahnya hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan diri sendiri, Kartini memutar otak untuk mencari cara bertahan hidup di Jakarta, sekaligus membantu orang tuanya di kampung. Ia sempat mencoba berjualan skincare di sisa waktu yang dimilikinya. Walau ada tambahan penghasilan, Kartini jadi tidak punya waktu luang sama sekali. Jangankan untuk pulang bertemu keluarga. Sekadar waktu untuk istirahat pun rasanya sulit didapat.


Untungnya, Kartini pantang menyerah. Ia mencoba mendaftarkan diri ke Shopee  Affiliate Program. Di media sosial, Kartini membuat dan membagikan video-video pendek yang berisi rekomendasi produk fashion. Ia juga menambahkan link produk agar audiens bisa langsung membeli produk yang direkomendasikannya. Dari link tersebut lah, Kartini mendapatkan komisi.


Tanpa disangka-sangka, ternyata penghasilan yang didapatkannya sebagai seorang affiliate pada bulan pertama setara dengan upah bulanan pekerjaan utamanya.
Awalnya, Kartini memang menjadikan Shopee affiliates sebagai profesi sampingannya. Namun, dengan penghasilan yang menjanjikan dan waktu kerja yang fleksibel, akhirnya ia memberanikan diri untuk keluar dari pekerjaannya dan fokus menjadi content creator.


Kartini terus mencatat jumlah komisi yang didapatkan setiap bulannya sebagai affiliate. Lantas, ia menyadari bahwa penghasilan bulanannya bisa mencapai puluhan kali lipat upahnya sebagai pegawai pabrik kala itu.


“Setelah satu tahun fokus menjadi Shopee affiliate, sudah banyak sekali dampak positif yang aku rasakan, mulai dari merenovasi rumah orangtua di kampung halaman hingga upgrade gadget agar kualitas konten lebih bagus, dan membeli Vespa yang jadi kendaraan impianku sejak dulu. Penghasilanku kini juga memungkinkan aku untuk menabung demi masa depan,” kata Kartini.


Ya, penghasilannya sebagai Shopee affiliate memungkinkan Kartini untuk mencapai impiannya. Salah satu impian terbesarnya adalah membuat orang tuanya bahagia dan membiayai renovasi rumah orang tua di kampung halaman. Terwujudnya hal itu menjadi bukti jerih payah Kartini. Kini, rumahnya sudah ditembok dengan lantai berlapis  keramik. Persis seperti impiannya kala itu.

Lebih dari itu, Kartini bersyukur karena semua itu bisa ia dapatkan dengan jadwal kerja yang fleksibel. Jadi, ia bisa mengatur agendanya sendiri dan menghabiskan waktu lebih banyak dengan keluarga. Wah, keren ya!

Editor : Yaomi Suhayatmi

/ rendering in 0.1726 seconds [12]