logo
MotoGP | Detail

Johann Zarco Senang dengan Dominasi Pembalap Prancis di MotoGP 2022

Muammar Yahya Herdana
Rabu, 27 Juli 2022, 11:15 WIB
Johann Zarco Senang dengan Dominasi Pembalap Prancis di MotoGP 2022
Johann Zarco (Pramac Ducati) berhasil naik podium setelah finis ketiga pada MotoGP Catalunya 2022 (Foto: Instagram/@johannzarco)

PARIS - Sejumlah pembalap asal Prancis mendominasi persaingan MotoGP 2022. Hasil ini lantas menjadi kebangaan bagi Johann Zarco yang memperkuat Gresini Racing.

Harus diakui jika jumlah pembalap MotoGP asal Prancis tidak sebanyak Spanyol dan Italia. Namun menariknya, dua pembalap Negeri Fashion yakni Johann Zarco dan Fabio Quartararo (Monster Energy Yamaha) mulai menunjukan tajinya di atas lintasan.

Keduanya berhasil menunjukan hasil yang memuaskan hingga paruh pertama musim ini. Quartararo berhasil berada di puncak klasemen dengan total 172 poin, sedangkan Zarco berada di posisi ketiga dengan raihan 114 poin.

Walau tertinggal dari Quarataro, Zarco tetap merasa senang karena pembalap Prancis mampu menunjukan kemampuan terbaiknya musim ini. Sebelumnya dia merasa jika dominasi pembalap Spanyol dan Italia sudah cukup merajai pentas MotoGP.

Johann Zarco (Pramac Ducati) finis ketiga pada MotoGP Indonesia 2022 (Foto: Reuters/Willy Kurniawan)
Johann Zarco finis ketiga pada MotoGP Indonesia 2022 (Foto: Reuters/Willy Kurniawan)

"Luar biasa bahwa Fabio memenangkan beberapa balapan," ungkap Johann Zarco dilansir dari Motosan, Rabu (27/7/2022).

"Untuk mengubah hal-hal kita harus tampil di level ini setidaknya selama sepuluh tahun. Mentalitas yang ada di Spanyol dan Italia menurut saya tidak sesuai dengan Prancis," sambungnya.

Selain itu Zarco merasa bahwa Prancis memang cukup kesulitan untuk bisa menemukan talenta-talenta jempolan untuk bisa bersaing di MotoGP. Pasalnya, mereka harus mengeluarkan uang yang tidak sedikit untuk bisa memiliki kesempatan untuk bersaing di ajang balap motor tersebut.

"Sulit, karena olahraga ini menghabiskan banyak uang dan pada periode ini semuanya menjadi terlalu mahal. Susahnya anak-anak banyak yang bertanding di Prancis," jelasnya.

Editor : Saliki Dwi Saputra

RECENT COMMENTS
/ rendering in 0.1777 seconds [13]