logo
Ragam Lainnya | Detail

Jatuh Bangun Kholidin, Penjual Bubur Ayam yang Harus Berdarah-darah demi Raih Emas ASEAN Para Games 2022

Andika Rachmansyah
Kamis, 04 Agustus 2022, 17:22 WIB
Jatuh Bangun Kholidin, Penjual Bubur Ayam yang Harus Berdarah-darah demi Raih Emas ASEAN Para Games 2022
Kholidin berhasil meraih medali emas di cabor para panahan ASEAN Para Games 2022 (Foto: INASPOC)

SOLO - Atlet para panahan Indonesia, Kholidin, saat ini sedang mencuri perhatian publik. Dibalik torehan tiga medalinya di ASEAN Para Games 2022, Kholidin ternyata sehari-hari berjualan bubur ayam di kawasan Sarinah, Jakarta Pusat. 

Kholidin sukses menyumbang tiga medali untuk Indonesia dari cabor para panahan. Adapun medali yang dia raih yaitu medali emas (ganda putra recurve), perak (ganda campuran recurve), dan perunggu (perorangan recurve putra).

Siapa yang mengira kalau dibalik semua torehan medali itu, Kholidin adalah penjual bubur ayam. Diketahui, lokasi dagangannya itu di dekat halte Trans Jakarta Sarinah.

Terlepas dari itu, perjuangan Kholidin mencapai prestasinya seperti saat ini tentu tidak mudah. Kholidin bercerita, sejatinya dia terlahir normal dan sudah menggeluti dunia panahan sejak 2016. Namun, dia mengalami musibah yang mengakibatkan tangan kanannya harus diamputasi.

Kholidin tengah melayani pembeli bubur ayam dagangannya di kawasan Sarinah, Jakarta Pusat (Foto: Twitter/@drhaltekehalte)
Kholidin tengah melayani pembeli bubur ayam dagangannya di kawasan Sarinah, Jakarta Pusat (Foto: Twitter/@drhaltekehalte)

"Dulu waktu 2016 itu memang sudah latihan panahan. tapi dalam kondisi normal. Jadi ini ada insiden 2017, naik pohon kelapa jatuh akhirnya harus dioperasi dan masih biasa," ujar Kholidin kepada awak media termasuk MNC Portal Indonesia, Kamis (4/8/2022).

"Dua hari boleh pulang. Seminggu kontrol ada infeksi harus amputasi. Di situ saya adaptasi lagi sampai seminggu bisa jalan baru belajar panahan lagi," sambungnya. 

Kendati begitu, Kholidin tak patah semangat. Meski memiliki keterbatasan, dia terus menggeluti olahraga panahan. Dia ingin membuktikan kondisi yang terbatas tak menghalangi untuk mengukir prestasi seperti manusia yang punya kondisi fisik lengkap.

"Saya punya prinsip, pas saya terjatuh sudah ikhlas karena Allah. Apapun yang terjadi karena takdir Allah. Saya yakin apa pun itu tinggal bangkit saja," urai Kholidin. 

"Saya tidak mau dalam kondisi seperti ini terjatuh dan akhirnya down tidak ngapa-ngapain terus terpuruk, saya enggak mau. Harus bangkit melampaui yang normal. Untuk motivasi teman-teman semua," lanjutnya. 

 

RECENT COMMENTS
/ rendering in 0.2445 seconds [12]