Liga Indonesia | Detail

Insiden Tendang Perut di Liga 1: Ricky Kambuaya Kartu Merah, Rifad Marasabessy Justru Lolos

Rifqi Herjoko
Rabu, 19 Januari 2022, 11:31 WIB
Insiden Tendang Perut di Liga 1: Ricky Kambuaya Kartu Merah, Rifad Marasabessy Justru Lolos
Bek kiri Persib Bandung Ardi Idrus belum tampil bagus musim ini (Foto:Persib.co.id)

GIANYAR – Kembali kejadian tidak mengenakan terjadi di Liga 1 2021-2022. Terdapat insiden tendang perut yang terjadi di laga lanjutan Liga 1 Selasa (18/1/2022) ketika Persib Bandung melawan Borneo FC.

Duel antara kedua tim berlangsung di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali. Laga dimenangkan oleh Persib Bandung dengan skor tipis 1-0.

Laga sejatinya berlangsung seru karena kedua tim saling berbalas serangan. Adapun Borneo FC sempat tampil mendominasi pada babak pertama. Sementara itu, Persib justru tampil trengginas di babak kedua laga.

Meski begitu, terdapat satu momen kontroversial yang terjadi di babak pertama. Insiden itu melibatkan dua pemain, yakni bek kiri Persib Bandung Ardi Idrus dan bek kanan Borneo FC Rifad Marasabessy.

Saat itu, keduanya tengah berebut bola di sisi lapangan. Ardi kemudian terjatuh dan wasit telah meniup peluit tanda pelanggaran. Namun demikian, Rifad tampak belum berhenti berduel dan melakukan aksi tak terduga.

Ya, pria berusia 22 tahun itu malah menendang bagian perut dari Ardi. Meski begitu, wasit tidak memberi kartu apapun ke Rifad. Momen tersebut pun viral di media sosial. Sejumlah netizen mengecam tindakan tak pantas dari mantan pemain timnas Indonesia U-19 tersebut.

Insiden serupa juga terjadi di laga lain pada hari yang sama. Ricky Kambuaya tampak tidak sengaja menendang perut dari kiper Awan Setho Raharjo di laga Bhayangkara FC vs Persebaya. Namun demikian, penggawa timnas Indonesia itu malah diberi kartu merah.

Tentunya, hal itu perlu dievaluasi oleh wasit agar kejadian serupa tidak lagi terulang di masa mendatang. Wasit Liga 1 diharapkan dapat lebih tegas kepada aksi brutal yang dilakukan pemain secara sengaja. Pasalnya, hal itu bisa berbahaya bagi kelanjutan karier pemain jika terus dibiarkan.

Editor : Hadi Febriansyah

RECENT COMMENTS
/ rendering in 0.1300 seconds [12]