logo
Liga Indonesia | Detail

Heran dengan Keputusan Wasit, Bernardo Tavares Enggan Bahas Kans Juara PSM

Ilham Sigit Pratama
Selasa, 14 Maret 2023, 03:15 WIB
Heran dengan Keputusan Wasit, Bernardo Tavares Enggan Bahas Kans Juara PSM
Pelatih PSM Makassar, Bernardo Tavares, memimpin jalannya latihan jelang laga AFC Cup 2022 di Kuala Lumpur, Malaysia (Foto: Twitter/@PSM_Makassar)

TANGERANG - Pelatih PSM Makassar heran dengan keputusan wasit yang memberi kartu merah untuk Yuran Fernandes pada laga lawan Persita Tangerang. Laga lanjutan Liga 1 2022-2023 itu berakhir imbang 0-0. 

Duel tersebut berlangsung di Indomilk Arena, Tangerang, Senin (13/3/2023). PSM harus main dengan 10 pemain setelah Yuran Fernandes diganjar kartu merah di menit 74.

Insiden itu bermula ketika kaki Yuran terinjak pemain Persita kala dirinya melakukan tekel. Yuran kemudian melakukan protes kepada wasit, namun justru kartu kuning kedua yang diterimanya.

Hal itu membuat Bernardo selaku pelatih PSM heran dengan keputusan wasit. Bernardo Tavares memberi contoh perlakuan wasit atas protes dari Javlon Guseynov dengan Yuran Fernandes berbeda.

Pelatih PSM Makassar, Bernardo Tavares, saat menghadiri jumpa pers usai laga (Foto: Muammar Yahya Herdana/MPI)
Pelatih PSM Makassar, Bernardo Tavares, saat menghadiri jumpa pers usai laga (Foto: Muammar Yahya Herdana/MPI)

“Yuran dapat kartu merah, nomor 19 (Javlon Guseynov) (juga) protes, giliran kita protes langsung kartu merah, ini situasi yang sama pada saat bertanding melawan Persik,” kata Bernardo pada konferensi pers, Senin (13/3/2023).

Bernardo bahkan punya firasat buruk Yuran akan dijatuhi sanksi larangan bertanding cukup lama. Kekhawatiran itu didasarkan pada kejadian yang menimpa Wiljan Pluim ketika PSM menghadapi Persik Kediri pada awal September 2022 lalu.

“Wili (Wiljan Pluim) ditendang kakinya, tidak diberi pelanggaran sama sekali, otomatis bereaksi dan Wili diberi kartu merah dan disanksi lima pertandingan, dan saya ingin tahu mereka akan beri sanksi berapa pertandingan ke Yuran,” keluhnya.

“Coba tanya kepada wasit kenapa Yuran keluar, 19 (Javlon) protes keras tidak terjadi apa-apa, kartu kuning saja, di pertandingan melawan Arema, (Safruddin) Tahar mendapat kartu merah dan mendapat hukuman tambahan tiga pertandingan,

“Selalu banyak keputusan memberatkan kepada PSM, kalau pelatih tidak bagus, pemain tidak bagus, ada konsekuensi, tetapi wasit di Indonesia, bagaimana dengan mereka?” ujar pelatih asal Portugal itu.

 

Follow Berita Sportstars di Google News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis Sportstars.id tidak terlibat dalam materi konten ini.
RECENT COMMENTS
/ rendering in 0.1974 seconds [12]