Liga Indonesia | Detail

Heboh VAR Kearifan Lokal, PSSI : Semoga Tak Ada Sanksi FIFA

Maruf
Senin, 24 Januari 2022, 12:35 WIB
Heboh VAR Kearifan Lokal, PSSI : Semoga Tak Ada Sanksi FIFA
Penggunaan VAR seadanya di Liga 3 Seri 2 regional Jawa Barat antara Persikabbar vs Bandung Barat United, Senin (17/1/2022), ramai diperbincangkan di media sosial. (Foto: Twitter @FaktaSepakbola)

JAKARTA - PSSI menegaskan penggunaan "Video Assistant Referee (VAR) kearifan lokal" di Liga 3 Jawa Barat tidak sampai ke FIFA. Ketua Komisi Wasit PSSI Ahmad Riyadh khawatir penggunaan VAR bisa membuat sepak bola Indonesia terkena sanksi. 

Penggunaan (VAR) yang kemudian disebut kearifan lokal, terjadi pada pertandingan Persikabbar vs Bandung Barat United, Senin (17/1/2022). Dalam video yang beredar di media sosial terlihat wasit menghentikan pertandingan di pertengahan babak pertama setelah pemain Persikabbar yang protes lawannya melakukan handball di kotak terlarang. 

Sang pengadil langsung bergegas ke pinggir lapangan. Wasit kemudian melihat tayangan ulang dari sebuah televisi yang disediakan panitia. Aksi wasit tersebut kemudian menjadi perbincangan di media sosial. "Bagi federasi, penggunaan VAR itu harus berstandar FIFA. Bila menggunakan VAR tidak standart bisa kena sanksi," kata Riyadh kepada Sporstars.id, Senin (24/1). 

Disebut VAR kearifan lokal karena memang tidak menggunakan standar FIFA, tapi inovasi yang dilakukan Person in Charge (PIC) Liga 3 Seri 2 Jawa Barat, Doni Setiabudi yang juga penggerak Bandung Premier League. Masalahnya langkah tersebut dianggap beberapa pihak ilegal karena menyalahi peraturan FIFA terkait penggunaan VAR. 

Ketua Komite Wasit PSSI, Ahmad Riyadh (PSSI)

Bahkan, Head of VAR Project di Indonesia pada 2019/2020 Efram Ferddinand mengatakan ada aturan mengatur tetang detil teknis VAR oleh FIFA. Sehingga, Efraim sempat mempertanyakan apakah wasit yang di lapangan mengetahui keputusan apa saja yang bisa diambil dengan VAR. 

Alasannya, tidak boleh terlalu banyak intervensi VAR dalam pertandingan. Lebih lanjut, Efraim mengatakan kemungkinan adanya sanksi FIFA jika sampai otoritas tertinggi sepak bola dunia itu mengetahui tindakan ilegal tersebut. 

Riyadh sendiri tak menampik ancaman sanksi FIFA tersebut. Bahkan, dia berharap jangan sampai kasus itu sampai ke FIFA karena bisa berakibat fata. "Semoga dari FIFA tidak ada sanksi," harap pria yang juga menjadi ketua Asprov Jatim tersebut. 

Selanjutnya, dia menyerahkan masalah tersebut ke Asprov Jawa Barat karena berada di bawah mereka. Meski begitu sebagai komisi wasit, dia menegaskan harus ada teguran supaya kejadian tersebut tidak terulang. 
 

Editor : Maruf

RECENT COMMENTS
/ rendering in 0.1351 seconds [12]